Opini : Kecil kemungkinan Suzuki bisa menjual Gixxer150 17-18jutaan….

wpid-460-x-110.jpg image

Bro dan sis sekalian…cukup menarik IWB membaca analisa dan urun rembug pengunjung warung yang tertarik atas ulasan artikel mengenai Gixxer150. Bro Gorga secara lugas memberikan opini karakter Suzuki Jepang yang masih konservatif. Dan dari sekian penjabaran…..doi yakin akan angat sulit bagi SIS memenuhi permintaan agar Gixxer 150 bisa dibanderol 17-18jutaan. Kenapa??. Berikut penuturan doi…..

.460x110rev(1)uk460x110

Pakdhe IWB,

Saya tertarik mengomentari artikel Pakdhe berikut: http://iwanbanaran.com/2014/02/21/para-dealer-mendesak-agar-suzuki-menjual-gixxer-150-dikisaran-17-18-jutaan/

Sepertinya emang ada unsur yang Pakdhe sebutkan bahwa manajemen pusat Indomobil kurang memihak dealer. Tapi menurut saya gak cuma itu saja faktornya. Sejak tertarik dengan Suzuki Inazuma alias GSR250 bin GW250, saya banyak melakukan research atas brand Suzuki, mulai dari dealer sampai karakter industri mereka. Hasil pengamatan saya, sepertinya mereka lebih suka berpikir secara global dan konservatif. Jadi situasi Suzuki Indonesia sekarang ini bisa dibilang karena mereka menganalisa market kita belum siap dimasuki produk mereka yg level internasional. Bukan sekedar daya beli lho, karena saya yakin kalau daya beli kita termasuk kuat. Tiap kali demo buruh saja selalu ada demonstran yang bawa Ninja 250R, hehehe…

Tapi coba perhatikan contoh ini. Di market USA, Inazuma dijual dengan harga $3,999 atau sekitar Rp45jt. Mirip banget dengan harga di Indonesia kan? Ini karena USA hampir tidak menerapkan kebijakan proteksi sama sekali terhadap produk impor. Sementara Indonesia menerapkan regulasi ketat berupa pajak impor dan pajak barang mewah dengan tarif tinggi, kecuali atas negara-negara yang sudah mempunyai perjanjian kerjasama dagang dengan Indonesia, dalam hal ini ASEAN-China Free Trade Area. Itulah sebabnya kenapa harga jual Inazuma bisa ditekan sampai selevel dengan harga di pasar USA dan Eropa.

Di wilayah Asia, produk roda dua Suzuki kebanyakan diproduksi di China, India, Thailand. Tapi untuk produk segmen menengah ke atas (>150cc), hampir semua masih diproduksi langsung di Jepang. Sementara kita tidak punya kerjasama Free Trade Area dengan Jepang, sehingga produk impor dari sana terkena dampak regulasi penuh dari pemerintah. Singkat kata jadilah dia kemahalan (suatu tolok ukur yang sebetulnya subjektif).

Selama Suzuki tidak memproduksi motor >150cc di zona Free Trade dengan Indonesia, atau selama kebijakan pemerintah mengenai Free Trade tidak berubah, maka sulit bagi Suzuki untuk bisa kompetitif di Indonesia. Padahal di kelas dunia produk >150cc mereka merajai pasar, hal yang saya yakin Pakdhe sudah tahu, dan Suzuki tampak lebih mengandalkan pasar dunia daripada Asia, makanya saya bilang mereka lebih berpikir global bukan regional. 

Lalu apa kaitannya dengan Gixxer? Gixxer 150 ini adalah motor produksi India. Setahu saya kerjasama Free Trade dengan India sudah ada, tapi ketentuan Pemerintah atas impor barang dari India tidak seringan atas impor dari negara ASEAN. Walaupun tetap lebih ringan dari CBU Jepang. Jika jadi dimasukkan ke sini maka saya rasa sulit untuk bisa dijual di level 17-18 juta kecuali ada pemangkasan spesifikasi atau subsidi alias jual rugi di awal. Sedangkan Byson dan V-Ixion saja dijual di angka 20 juta lebih. Jangankan Indonesia, India sendiri mengeluh ketika tahu Inazuma harganya di level 40 jutaan, mereka tadinya berharap bisa sedikit saja di atas motor-motor seperti Tiger/Hornet atau Scorpio supaya persaingan tambah ketat.

Saya juga kurang setuju atas banyak komentar yang bilang Suzuki di USA sudah bangkrut. Itu salah persepsi, karena yang ditutup hanya divisi roda empat. Sedangkan roda dua malah makin berjaya dengan kakak-beradik V-Strom, GSX-R alias Gixxer betulan dan lain-lain. Malah, kalau di sini ada image bahwa anak gaul naiknya Ninja, di sana itu image yang sama berlaku bagi GSX-R 600: harga terjangkau, tampilan dapet, performa dapet. Sudah segitu pun GSX-R 600 tetap dipandang motor pemula karena displacement di bawah 1000cc!

Memang Suzuki sebaiknya harus bisa meniru Kawasaki yang bisa mendatangkan produk unggulan dari Thailand. Entah beneran diproduksi di sana atau hanya dirakit saja, saya tidak tahu. Tapi yang pasti aturan bagi CBU Thailand beda banget. Bayangkan Versys 650 bisa dijual di angka 118 juta sementara Suzuki sudah kasih ancer-ancer 150an untuk V-Strom 650, lalu ZX14R 300 pas dibanding Hayabusa (kalah power pula) 350 lebih!

Lalu kalau argumennya diganti, bahwa Suzuki sebaiknya bikin pabrik motor >150cc di sini untuk menekan harga, saya yakin Suzuki bakal mikir 1000 kali. Mulai dari stabilitas politik, regulasi ketat, karakter buruh Indonesia, upah minimum yang tinggi, itu semua pasti bikin pusing orang Jepang hehehe… Makanya saya cukup kaget ketika tahu mereka sudah bikin pabrik khusus di Bekasi untuk meningkatkan kapasitas produksi Ertiga, salah satu best seller roda empat. Di situ sisi konservatif Suzuki kelihatan – kalau sudah terbukti produk tertentu itu best seller/segment leader baru deh sisi infrastrukturnya digenjot.

Demikian tanggapan saya atas artikel Pakdhe tadi, kalau berkenan menanggapi balik saya akan terima dengan senang hati. Apalagi kalau sifatnya koreksi, karena saya yakin Opinion Piece saya ini masih banyak kekurangannya. Senang bisa berdiskusi dengan salah satu Blogger kondang. 

Terima kasih,

GN

Maturnuwun kang GN…pernyataan terakhir membuat helm nggak muat ki :mrgreen: . Sayange koq celukane dadi pakdhe rek xixixi. Sebenarnya IWB lumayan mengerutkan dahi atas bagusnya respon artikel tentang Suzuki. Tanda biker masih berharap atas kebangkitan mereka??. Sepertinya begitu brosis. Btw….karena artikel ini sifatnya opini, tentu saja terbuka untuk pembaca lainnya urun rembug. Monggo berikan pendapatnya…..dan jangan kuatir. Semoga SIS juga membaca masukan sampeyan untuk kemajuan mereka. So….Gixxer 150 dibanderol 17-18juta??. Menurut bro Gorga kecil tuh kemungkinannya. Gimana dengan sampeyan?? :mrgreen: ……(iwb)

Advertisements

183 thoughts on “Opini : Kecil kemungkinan Suzuki bisa menjual Gixxer150 17-18jutaan….

    • Yap setuju sama Mas Ipan, 19 – 20an juta tampaknya cocok untuk si Gixxer. Mengingat motor ini nantinya akan ditaruh bersama dengan NMP-PGM Fi (Honda) dan Byson (Yamaha). Ya, mungkin ditambah RDB jadi lebih manis. Kalau masalah ganti karbu ke injeksi pasti butuh pengujian lagi, selain uji thd injeksi dan ECU terhadap mesin pasti ada penanaman sensor2 Fi. Otomatis ini akan memerlukan waktu lama belum lagi uji kelayakan dan serangkaian uji lainnya. Kalau sudah begini(terlalu lama digodok), maka produk bisa jadi basi/hilang pamor/efek kejutannya seperti produk Inazuma kemarin yang sudah dihantam terlebih dahulu oleh Ninja naked(Z250). Maka sebaiknya, jika sudah keluar unit testnya di jalan dan fotonya hendaklah ATPM memasalkannya(dipasarkan) produk yang sudah keluar unit tesnya. Monggo dikoreksi Lek IWB

      Like

    • Harga yang sulit untuk bisa dipasang di level segitu disebabkan antara lain secara umum Suzuki tidak seserius Kawasaki masuk ke pasar Indonesia/ASEAN, dan hal ini disebabkan oleh strategi globalnya yang berkiblat Barat banget. Semoga pendapat saya masuk akal.

      Like

  1. Klo gitu suzuki susah mengejar kompetitor apalagi mau jadi leader disini untuk roda dua sangat susah,rombak management yang agresif dong,udah aja buat produk lokal kwalitas global

    Like

  2. mgkn ini cm alesan aj kang, buktinya szk bs bwt FU yg notabene d pndang mtor top d entri lvel, bs kn kl part dr negara yg pnya free trde area trus d rakit d sni, g usa pke msin asli pi pke punya FU malah to-be-ge-te……. soal upah mnimum yg tinggi yg bilg tu ngaco, buktinya upah sgtu bwt hdup uga msh megap”……….sy fkir sis g brani ambil resiko aja,.. maunya jualn yg udh karuan ada untungnya…

    Like

    • Satria itu produksinya ada di Thailand, Filipina, itu semua negara ASEAN makanya masuk ke sini bisa murah. Upah minimum kita termasuk tinggi sekali pak, apalagi kalau mau beneran dibikin jadi 3.7 juta. Dan kalau dibilang segitu sudah susah untuk hidup, menurut saya itu ada kaitannya dengan sifat masyarakat kita yang konsumtif + berbagai pajak tinggi, seneng buru-buru nikah (malah kadang istrinya empat), plus ekonomi gak merata. Kalau mau dibahas bisa panjang banget. Tapi yang jelas tidak ngaco.

      Soal Suzuki tidak berani ambil risiko saya setuju – bahasa kasarnya Suzuki anggap sebelah mata pasar ASEAN terutama Indonesia, tapi itu juga disebabkan regulasi di negara-negara tertentu ASEAN termasuk berat.

      Like

  3. Sangat sangat kecil kemungkinan si Gixxer 150 dijual Rp 17-18 jutaan meskipun CBU dari india.. Kalau Rp 19-20,5 jutaan baru si suzuki berani jual melihat suzuki di sini yang condong ke ertiga alias divisi R4.. Padahal modelnya ganteng dan sekelas byson.. 3 tingkat di atas odong-odong New MegaProTolus™ FI rasa ngAHaeMpret..

    Like

    • lemburan suzuki kenceng bro,
      bonus akhir tahunya sis, 3x bonusnya ahm
      sis perusahaan solidaritas, ahm perusahaan senioritas (yg selalu menjaga kualitas dan kuantitas sebagai formalitas)

      Like

  4. Penuturan dan penulisan Bro Gorga sangatlah bagus..nggk ada yg namany blepotan,tanda baca jg bner…pantes deh klo jdi blogger jg.hehe… Layak ditiru buat blogger lain. Ciri khas blog boleh sja,tpi yg penting ojo blepotan bin kejar setoran..

    Like

  5. Sebagai salah satu user suzuki dari mulai satria2 tak series, fu, & thunder 250, ane kecewa dengan kebijakan suzuki yang aneh untuk pasar indonesia. knp aneh? lah user minta a dikasi z, mending a dikasi c ato d. gixer? gak bakalan cukup! motor oek2 gitu siapa yg mau beli??! buat kek gsxr 150 ama 250. kekolotan suzuki jepun ini paling gak sebentar lagi bakalan kerasa. tuh dealer2 dah pada lesu semua. masa jualanny fu doank yg laku, sisany jarang bgt dibeli. lama2 tuh diler jadi diler dari pabrikan lain. oalah suzuki potensi kamu itu DEWA! tapi knp kamu menutup diri! #tepokjidat

    Like

  6. standar daya beli masyarakat kita emang beda, nilai kurs rupiah juga lemah, jd selama ini yg bisa jawab dan memenuhi kebutuhan masyarakat kita cuma honda…

    😀

    adapun yamaha belum maksimal, tp mudah-mudahan bisa srperti honda,yamaha harus ikutin pola honda klo mau tetep eksis di indonesia…

    😀

    gak usah arogan, tp jawab kebutuhan konsumen disemua segmen, terutama soal pricing dan fitur yg bermanfaat..

    😀

    sekian mas bro iwan..

    Like

  7. halah-halah mending ngak usah bikin motor kalo ente masih mikir rugi lah gitu lah repot amat tow, langsung ngomong sama media bahwa dari pihak suzuki akan menghentikan produksi roda dua, kami fokus pada roda 4
    dari pada ente cuma jadi pelengkap di mari
    mati ae koen

    Like

  8. Turut prihatin aja sm SiS… Jika nanti AHM rilis CS 1/Sonic v.2 model aYago.. Pasar FU bakal di recokin tuh.. Lha klo sampe MS StriaFU mlorot.. SiS mw jualan Apa??Lha wong slama ini Cuma Fu doank yg bisa “nyari duit” pling bnyak buat SiS..
    Jaluk Maape bae lamun rada blepotan..

    Like

  9. suzuki bukan motor jelek, tp mereka bukan fighter sejati dalam memenej dan memasarkan produk…

    😀

    beda sama honda dan yamaha, mereka terus riset dan berusaha memberi yg terbaik buat konsumen

    😀

    sayang ternyata bang zuki cemen…
    padahal sama-sama jepun tuh…

    Like

  10. kalo memang setengah hati.. jual bodynya aja hehe.. ntar mesin biar ambil FU pasang sendiri plus RDB hehe.. asli gregetan sama SIS. potensi buat ngimbangi cibi ada tapi ga dimanfaatin… kami rindu era RGR. motor yg melampaui jamannya saat itu

    Like

  11. Sptnya ni gixxer bakal jadi pelarian para FBH…
    Scr mau ganti ninja…muahaaaalll…
    Mau pindah yamaha…gengsiiiii…….
    Pindah minerpa…mau tp maluuuu..

    Like

  12. Harga diatas fu, tapi gambling … Apa gixxer udah DOHC? Air cooler? Itu udah ada di FU, kalo belum mending harganya sama FU aja… Atw dibawah FU 50rb rupiah… °º;)sîiî(y)(y)sîiî;)º°˚˚°º

    Like

  13. sebenarnya suzuki punya kans utk meramaikan pasar sport, seperti kesuksesan mereka dulu disaat shogun 110, satria 120 series. Kehadiran Gixxer akan meramaikan sport entry level dikelas 150 cc. Sy rasa pasar FU tdk akan terecoki dg adanya Gixxer meski secara teknologi Gixxer dibawah FU, harga Gixxer bisa sedikit diatas FU (1-1,5jt) jika model d fitur sperti RDB, speedo digital, injeksi (optional) disematkan pd Gixxer. Pasar sport entry mulai dr Verza, Byson, NMP, bhkn sampe NVL, CBSF akan makin ramai.

    Like

  14. Opini nya menggiring kita untuk agar kita merengek ke pemerintah agar merubah regulasi trading demi suzuki?Apa sih yg udah di berikan suzuki buat rakyat Indonesia? Keadaanya seperti ini yah karena pengen mereka, so tinggalin aja brand gtu mah.

    Like

  15. Suzuki sebenarnya bagus motornya… pernah punya shogun 110 tahun 2001…. sepertinya mereka lebih condong ke R3… di jaman pak subroto laras suzuki bisa unjuk gigi… memang benar sejak langsung di pegang orang jepang itulah kemunduran suzuki… karena mereka lebih yakin dan lebih tahu strategi dibanding orang indonesia.. Apa yang terjadi? Jualan tidak laku karena model tidak diminati, yang kasihan daelernya mati segan hidup tak mau.. mereka hanya mampu jualan Satria F.. Kalau seperti ini tinggal menunggu waktu Suzuki hanya tinggal nama saja….

    Like

  16. Kata babe ane yg FBH…. Kalo pengen motor kenceng,kualitas bagus, minim problem pilih suziku… Ane tanya lagi, beh… Kok motornya merk sayap terus??katanya suzi bagus…. Dol-dolane gampang dan mahal le….wo Pantes…..jadi pilihannya bukan krn suka tapi krn faktor ekonomi…hehehehe

    Like

  17. lha nek FU 150 apa ga masuk segmen sport to bang cmiiw, maksute kl iya brarti ada salah satu tipe dgn spek 150cc yg diamini prinsipal jepang karena pny market menjanjikan, artinya apa tdk ada kelonggaran bagi SIS menggandakan spesifikasi tersebut misalnya ke gixxer 150 dgn cara commonpart utk menekan bea produksi, waton ning serius ki bang

    Like

  18. Buat gaet pasar emang kayaknya kudu pasang harga di bawah kompetitor dulu dah … Terus, all out marketing. Kayak yamaha yang ngenalin Eagle eye nya … Touring, Banner, spanduk, mobil angkutan, iklan tv, sponsor kegiatan, glow run …pool banget marketingnya. Selama ini, itukan yang suzuki kurang? Tetap dukung kebangkitan suzuki ^^

    Like

  19. Kang Iwan, sekedar tambahan informasi: Pertama, KALAU TIDAK SALAH, untuk import CBU, ada terminologi “Luxury Tax” dan Bea Masuk atau “Import Duty”. Luxury Tax untuk 500cc, kalau jadi, akan dinaikkan dari 75% menjadi 125%. Nah… untuk Import Duty, kalau dari negara asal Asean (all engine capacity) memang 0%, India (250cc 48%), sedangkan kalau dari negara “NPC” (250cc 30%). Yang menarik, kalau dari negara asal Jepang 250cc “cuma” 4%!!!. Jadi, agak kurang tepat kalau dibilang Suzuki “ogah” import dari Jepang “hanya” karena takut sampai di sini harganya kemahalan. Kedua, seperti halnya dengan Kawasaki, walaupun awalnya seolah hanya fokus pada sport premium, kok saya yakin Kawasaki & Suzuki (cepat atau lambat) pasti akan “tergiur” dan masuk ke segmen sport-mid yang nota bene kuenya paling gemuk (dalam hal ini peran sport-mid sekaligus untuk “create customer base” yang nantinya akan menjadi “potential buyer” untuk “next level segment” (strategi “jenjang” inilah yang sesungguhnya sedang diterapkan oleh Kawasaki, bahkan juga Honda & Yamaha jika nanti jadi meluncurkan R15 & R25, sehingga para “brand loyalist” tidak “pindah ke lain hati”). Ketiga, posisi Suzuki saat ini adalah sedang berusaha bangkit dari “brand setback” dengan menarik salah satu direktur 4 wheeler-nya pindah ke top executive roda 2. Jadi, kesimpulannya, menurut saya, bahkan Suzuki pun mulai sadar dan tidak akan mengabaikan pasar asia pasifik (khususnya Indonesia), yang memiliki potensi volume sangat besar (dibanding Eropa & Amerika sekalipun). Tinggal masalah waktu….

    Like

    • Menarik sekali infonya pak. Kalau begitu apa bisa kira-kira menjelaskan kenapa Suzuki Hayabusa di sini dijual dengan harga 350 juta sementara di luar tidak sampai separuhnya? Ini saya beneran bertanya, bukan retorika hehehe…

      Teman saya punya istilah menarik: banyak barang terutama otomotif yang masuk ke sini jadi barang mewah karena kena pajak, bukan karena memang mewah lantas perlu dikenakan pajak. Dipikir-pikir bener juga, lha wong motor di bawah 30 juta pun tetap kena luxury tax.

      Soal analisa bapak tentang Kawasaki, Honda dan Yamaha Indonesia saya setuju sekali.

      Like

  20. kalo <20jt memang ga mungkin, liat saja verza dan megapro injek yg part lokal sekian puluh persen, harganya berapa?

    soal pajak barang mewah, klo ga salah indonesia dan jepang punya skema khusus yg mengakibatkan besaran pajaknya sudah jauh mngecil dr era sebelumnya.

    yap.. saya setuju klo suzuki r2 ga fokus di cc mesin kecil. entah mulai tahun kapan. jadi ya liat saja varian cc motor kecilnya.

    tapi klo liat india bisa bikin gixxer, kenapa indonesia ngga?

    kalo yamaha dan honda peduli dan bahkan kawasaki juga peduli dengan indonesia, kenapa suzuki ngga?????

    pastinya suzuki jepang tahu dong bagaimana persaingan yamaha dan honda di indonesia! dan tentunya juga tahu klo ertiga bisa bikin kejutan besar ke avanza-xenia di indonesia.

    indonesia itu 200juta lebih, klo suzuki memang peduli 0.5% dari 200jt pasti sudah berbuat sesuatu. 0,5% itu gede banget…

    Like

  21. tak mau bikin gixxer disini jg tak apa, tak mau lg jualan motor di indonesia jg tak apa, tak masalah bg gue, msh bnyk merk lain yg nawarkan value lbh

    Like

  22. semakin lama penjualannya semakin menyusut. tanpa suzuki Roda 2 pun masih masih banyak merk pabrikan motor lain yg desain, fitur, harga dan pelayanan lebih baik. Bukan jamannya pabrikan mendikte konsumen, cuma kasihan pegawai suzuki kalau sampai phk massal

    Like

  23. Suzuki ga usah pusing seberapa bagus dan murah pun penjualan tetap di bawah yamaha honda. Seberapa mahal pun sebuah prodak pasti ada yg beli, lihat kawasaki klx meski mahal tetep ada yg beli. Jadi sesuaikan saja harga dg kemampuan sehingga bisa terus produksi dan jualan

    Like

  24. mau tutup juga bodo amat lah lah sana,, tutup sana… dasar pabrikan pe’a.
    di sayang di sanjung2 kok malah mengecewakan.
    sana tutup sana ! susufekok.

    Like

  25. namany jg pejabat indonesia kang. pajak sengaja ditinggin, biar bisa korup yg banyak mereka. padahal ongkos produksi otomotif itu murah banget lho. pajakny aja yg kelewatan. tmen ane yg diarab bilang klo inova hargany cuma 80jt, sdngkan disini 200jtan. ada yg beli pula. bayangin coba kang. katany negara miskin, tapi kok ya ada yg mau beli mobil semahal entu. jd OOT nih. yah intiny gmn pemerjntahny aj deh kang

    Like

    • Semakin banyak keterlibatan pemerintah maka biaya operasional akan semakin tinggi, baik korupsi maupun tidak. Saya termasuk orang yang percaya dengan kearifan lokal – dalam arti sebetulnya sentralisasi pemerintahan dalam segala bentuknya perlu sangat dikurangi.

      Like

  26. ternyata si suzi masih banyak sekali penggemarnya…hahaha… soal harga tinggi tentu karena pengaruh pajak dan ijin2 yg ada kaitannya dgn produksi. sederhanisasi birokrasi mungkin yang terpenting. tapi kalo saya pikir jika pemerintah tdk menerapkan pajak yg cukup tinggi negara kita tidak dapat apa apa dari penjualan barang2 made in asing tsb…..karena itu tentu keuntungan yg lbh besar diambil oleh negara pembuat produk tersebut. menurut ane sentralisasi dan desentralisasi jg gag ada hubungan yg signifikan dgn harga suatu produk. malah kini sdh nyata terlihat desentralisasi justru melahirkan raja2 kecil baru, dan tingkat korupsi makin tinggi intensitasnya ( brp banyak walikota/bupati yg terlibat korupsi )….untuk merasionalkan harga motor yg sekarang ini sdh irasional yaitu kita sikapi dgn sama sama mari kita wujudkan dan cintai produk produk INDONESIA….( spt iklannya maspion ), Ane kira insinyur2 kita mampu mewujudkan itu semua, asal kita Rakyat Indonesia MAU menghargai/mengapresiasi karya anak bangsa tanpa harus mencaci……dan ….mencibir…… sejujurnya jika ada perusahan asing bangkrut itu akan memberikan kesempatan anak bangsa untuk mengisi celah yg ditinggalkan mereka…tp Ane yakin SIS tak akan meninggalkan gelanggang begitu saja dengan wajah tertunduk malu /bertekuk lutut tanpa syarat dengan kompetitor sebelum melakukan perlawanan hidup mati…..tunggu saja ilmu dan senjata andalan yang akan dikeluarkan oleh manajemen baru SUZUKI divisi R2…..untuk saat ini mungkin H tertawa paling kencang sambil tepuk dada, Y tertawa tertahan sambil lirik H, K senyum penuh arti…..wakaka…..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s