ITB : Dari hasil testing….komsumsi BBM motor paling irit direntang kecepatan 40-60 km/jam!

banner-460x110

IMG_0252Iwanbanaran.com – Bro dan sis sekalian….IWB dan segenap media Otomotif kemarin diundang oleh Dr. Ing Tri Yuswidjajanto, dosen sekaligus peneliti dari Institut Teknologi Bandung jebolan teknik mesin Jerman untuk diskusi ringan tentang permesinan. Dalam pertemuan yang sangat singkat tersebut…..sosok yang sudah mengabdi diITB sejak tahun 1987 tersebut mengungkapkan fakta menarik tentang pergeseran era yang sudah meninggalkan mesin 2 tak. Selain itu….habit dan juga kebiasaan yang salah patut menjadi perhatian kita semua. Apa aja kira-kira??….460x110-okuk460x120(Gif)

Pihak ITB mengaku cukup tertarik melakukan penelitian dengan tujuan menggali fakta…kenapa konsumen sering tidak mendapatkan angka keiritan seperti yang diklaim oleh pabrikan??. Kasus hukum konsumen dan pabrikan besar roda empat adalah salah satu contoh yang sempat mencuat kepermukaan. Dimana yang salah??. Apakah konsumen dalam posisi yang benar atau sebaliknya?. Disanalah background bermula untuk melakukan pengetesan dilapangan….

Sebagai informasi Dalam standart emisi Euro 2 ada siklus pengujian yang disebut sebagai EC R40. Pengujian dalam laboratorium dengan metode buka dan tutup gas diatur oleh grafik yang sudah dipatok. Sangat ketat sebab tidak boleh kurang ataupun lebih. Ibaratnya kudu mengikuti rel yang sudah disediakan. Metode ini sangat sulit dan hanya bisa dilakukan oleh rider terlatih. Dari sana akan dihitung output emisi meliputi CO, HC, NOX, CO2. Makin tinggi hasil emisi, otomatis BBM yang dibakar makin banyak….IMG_0249

Sebaliknya uji emisi rendah….biasanya komsumsi BBM lebih irit karena pembakaran bagus. Bisa dilihat dari indikasi hasil kadar CO2 yang tinggi pula. Dari situ bisa dihitung berapa komsumsi BBM yang dihabiskan oleh sikendaraan. Data inilah yang sering digunakan dan diinformasikan pabrikan kepada konsumen. Terus kenapa angka tersebut sering tidak tercapai oleh biker??. Nah…disinilah yang menarik karena ITB berusaha menggali dilapangan testing melibatkan 7 orang rider dengan berbagai merk motor berbeda…

Melakukan road test untuk didata konsumsi BBMnya dengan kecepatan semaunya….motor cenderung boros dan ngedrop jauh dari EC R40. Efiensi bahan bakar bisa dicapai setelah rider ditraining mengatur bukaan gas secara halus dan konstan. Walau sudah jauh lebih baik…..keiritan belum optimal saat menjelajah dibawah 30km/jam. Speed akhirnya ditingkatkan dan hasilnya pada kecepatan 40km/jam keiritan terdongkrak hingga 100%. Performa ini terus terjaga hingga speed 60km/jam namun kembali ngedrop saat motor dipacu konstan pada zona diatas 60km/jam. Dan ini terjadi hampir pada seluruh merk motor yang mereka tes. Kesimpulannya??…

Komsumsi BBM motor paling irit direntang kecepatan 40-60 km/jam. Rentang speed tersebut bukannya mutlak sebab bisa dirombak dengan menggeser engine mapping. Namun secara standart…mayoritas pabrikan memilih kecepatan diatas sebagai zona eco riding. Engineering menyesuaikan kondisi jalanan Indonesia. Dan disinilah konsumen sering salah kaprah. Ketika pabrikan mengukur BBM dari hasil ukur emisi gas buang atau karbon balance….masyarakat pada umumnya biasa menggunakan metode full to full……kemudian gaya betot semaunya….macet, banjir, rem dadakan…baru refill dan ukur. Tentu saja hasil akan beda dari klaim pabrikan. Dengan hambatan dijalanan…Sulit mendapatkan kecepatan jelajah ideal yang membuat motor cenderung boros….IMG_0247

Tidak ada rekayasa dalam hasil uji ECE R40 sebab dari uji karbon balance memang bisa dikalkulasi komsumsi BBM. Jadi jika ada konsumen menuduh pabrikan melakukan pembohongan bisa dipastikan tidak benar. Namun angka ECE R40 nyaris sulit dan hampir tidak mungkin dicapai dalam berkendara sehari-hari. Hambatan dan kendala dilapangan menjadi biang semua terjadi. Pak Yuswidjajanto juga menggaris bawahi….era sekarang tidak ada satu merkpun yang keiritannya mencolok mengungguli merk lain. Menggunakan sistem yang sama yakni menganut 4 stroke engine…hasil nyaris identik. Kondisi ini berbeda pada era 1990an dimana beberapa pabrikan memilih engine 2 tak untuk dipasarkan…..

Last...seperti yang diungkapkan pak Yus, ITB melakukan hasil uji secara profesional tanpa tendensi apapun kecuali memberikan pencerahan bersama-sama supaya kasus hukum antara konsumen dan pabrikan tidak perlu terjadi jika customer sudah tahu dengan gamblang term conditionnya. Dan jika pada testing terlampir ada pabrikan yang diuntungkan atau dirugikan…itu bukan kemauan mereka. Btw…..mumpung ketemu pakar dan ahlinya, kedepan IWB akan bahas tentang fase break-in atau inreyen, kepercayaan mengisi bensin malam hari lebih bagus, serta kondisi BBM basi dsb. Lulusan Jerman kangbro…opo ora juozz kuwi. Ditunggu yak, lumayan buat nambah ilmu ki :mrgreen: …..(iwb)IMG_0242

Advertisements

231 thoughts on “ITB : Dari hasil testing….komsumsi BBM motor paling irit direntang kecepatan 40-60 km/jam!

  1. Sepeda vega r th 2005 sya kmrn sya coba isi 1 liter hasilnya 59km, dengan kecepatan antara 40-50.sebelumnya tangki vega kosong song. Itu sepeda sya yg lama msh pakai karbu. Kalau milik teman2 rider lain gimana ???

    Like

  2. Motor dulu kan ada petunjuk econo di speedometer. kalo ndak dibuku panduan ada saran “jalankan kendaraan pada kecepatan 40km/jam-80km/jam untuk mendapatkan konsumsi bbm yang optimum” kalo yg ini ada di buku panduan Yamaha F1ZR. kalo motor sekarang mungkin dah jarang ato malah g ada,,,,

    Like

  3. lha, kemana aja sih…. kalo liat motor tahun 1995 – 1997, ada tuh tulisan di odometer “Econo ride”, antara km 40 s/d 60 (warna background hijau). makanya kelas astrea & crypton irit puoll kalo jalan di range segitu

    Like

  4. secara tidak langsung memberikan rekomendasi kepada bikers untuk memainkan kendaraannya secara smooth…yang tujuannya “slomah…slomoh…slamet..”:D

    Like

  5. jiah orang skarang kan kbanyakan berasa jadi sembalap motojipi jadi ga ada istilah eco riding..pengguna jalan lain dianggap sembalap lain yg kudu terus disalip….bawa matik aja gaspuooll ampe mentok…mana bisi uirit…?? Hehe

    Like

  6. edukasi APM kekonsumen kurang….CMIIW….ngga ada dlm buku panduan brkendara ditulis irit konsumsi BBM di 40-60km/jam, mskipun di motor era 90 an ada line di spedometernya….

    Like

  7. jozz tenan iki,,sy mau tanya kang..ktanya kalau rem mendadak itu bikin boros jg katanya kang..bener ap gak.?pdahal saat pengereman rpm mesin jg turun..mkch..

    Like

  8. lha iki, skarang ga ada istilahnya lagi mtor irit itu harus Honda, pdahal menurut saya hampir sama, ternyata ada jga yg melakukan pnelitian,
    (bukan BC, bkan memihak, open mind aja)

    Like

  9. Artikel yg mencerahkan….sekali lagi yg harus digaris bawahi adalah habit atau kebiasaan atau sifat ridernya sendiri yg mempengaruhi boros tidaknya konsumsi bbm….Apapun mongtornya minumnya ya tetep bensin cuy…

    Like

  10. Dr dlu kn emg da yg doyan blg Hondut tukang kibul & bla bla bla… tp klw d pake d jalann motor Dewany g lbh irit dr yg d bece.
    Ganteng, Premium & Wuzzz? Beli Kawak.. Ducati jg blh ^,^

    Like

  11. NVL di tes BBM pake metode full to full dan menggunakan tehnik non eco riding aja tembus 46 km/l,, apalagi pake metode ECE R40,, yamaha pancen jozzz……

    liat kalo hondangok cebong 150 ngieerrr… di tes pake metode ECE R40 aja cuma tembus 35 km/l,, lemot pula… untuk apa boros kalo lemot ? mesinnya rompal pula… hondangok emang payah…

    wkwkwkwkwk

    Like

  12. kang iwan,,,,

    saran ane,,,,

    perbanyaklah artikel kayak gini,,, minimal satu minggu 3 artikel yang seperti ini,,,
    berguna banget,,,,

    biar FBH bisa pinter2 dan nambah wawasan serta tambah dewasa,,, 😆

    Like

  13. ini baru bener…
    jangan kayak si motoca**l… menggiring opini publik dengan mengajarkan su’udzon… di track 2,2 km nvl menang dari cb karena ada modifikasi diam diam dari pihak mjalah R2 katanya… tapi bisa nunjukkin bukti juga kaga… kalau ada bukti otentik sih gak masalah…

    blog yang slogannya motorgoodness kok mengajarkan berbuiruk sangka..
    itu blog seolah2 menunjukkan hitung hitungan secara teknis, tapi di baliknya ada modus..

    Like

  14. Sebagai blogger ternama saya mohon bantuanya, tolong sampaikan pada pemerintah kalo mau membunuh rakyat miskin mendingan sekalian saja d kumpulkan di lapangan yrus di tembak rame2, bukan dengan cara membunuh pelan2 seperti ini. Dulu pemerintah memaksa rakyatnya beralih dari minyak ke gas untuk masak, setelah semuanya beralih kini gas langka atau memang sengaja d tiadakan. Kalo memang naik za naik tapi barangnta harus ada. Kalo gas 3kg tadak ada orang miskin mau makan apa? Apa pemerintah kita hanya sibuk ngurus paratainya saja?

    Like

  15. @ 25. rayap aspal
    Waduh kalau perkara itu pastinya nggak sesimpel itu kangbro. Dananya guede lho untuk buat perusahaan. Kecuali ada niat dan ulur tangan pemerintah dan selama ini masih nol
    @ 36. h0nd4 loV3r***
    Betul bro. Karena hard braking biasanya diiringi dengan engine brake. Yang kemudian diteruskan dengan buka gas kembali. Sebenarnya habit stop go itulah membuat bensin ngowos
    @ 40. Sanghyangasmara
    Wis bro…disini tujuannya cuma saling mencerahkan. Nggak usah memprovokasi. Perkara pabrikan mengkomunikasikan kekhalayak tidak jadi soal. Toh hasil ECE R40 memang benar adanya dan tidak ngibul. Tinggal kita sebagai konsumen kudu jeli dan menggali lebih jauh apa maksud uji ECE R40
    @ 43. peyek
    Siap bro…masukan ditampung

    Like

  16. Setuju. Karena sering saya terapkan ketika bekerja dilapangan. Kecepatan 50 – 55 km/jam paling sip menurut saya, nggak begitu pelan tapi keiritan tetap terjaga.

    Like

  17. eco riding sonic ane wkt msh pakai karbu vacum 1:70, pk shell super extra, dgn catatan head udh d porting polish, kondisi karbu sangat terjaga, knlpot std, gas selalu di urut, gk lgsg bejek, konstan di 50-60 kpj, macet2an gak ngegas seruntulan..
    begitu ganti karbu pwk, boro2, eco riding 1:35 aja udh bagus… wkkk

    Like

  18. setuju ama bro peyek…nah artikel gini emang bener2 juossssss….inget beberapa puluh tahun yg lalu ketika awal2 kenal blognya iwb he he he

    Like

  19. Salute….sy sangat suka artikel2 yg mementingkan konsumen begini…krn ini sifatnya membuka kekeliruan konsumen, mengoreksi konsumen dan memberikan solusi yg efeknya bisa merembet kemana2 scr positif. Dan hasilnya konsumen makin cerdas gak termakan propaganda pabrikan.

    *sorry ketinggalan 6 detik

    Like

  20. kang iwan,,,

    kalo komen ane ngelantur di beberapa artikel,,,,
    di tegur aja kang,,, 😆

    kadang2 ane suka kelewatan kalo lagi maenin emosi FBH,,, 😆

    Like

  21. kang iwan saya mau tanya, apakah pengetesan teman2 ITB sudah memperhatikan karakter masing2 motor, dgn spek serta timing pengapian yg berbeda, otomatis, jika menggunakan satu metode yg sama, makan keakuratan juga ga akan sampai 90%, tentunya perlakuan eco riding juga harus berbeda, ada yg eco ridingnya di rpm 7000, ada yg di 5000.. wlpn sy yakin rata2 pasti di rentang 40-50kpj
    seperti halnya di mesin turbin pembangkit listrik, beda merek wlpn outputnya sama tp msg2 punya putaran kerja optimal utk mncapai efisiensi dan daya optimal yg dihasilkan.. cmiiw

    Like

  22. @ brudd

    ini baru bener…
    jangan kayak si motoca**l… menggiring opini publik dengan mengajarkan su’udzon… di track 2,2 km nvl menang dari cb karena ada modifikasi diam diam dari pihak mjalah R2 katanya… tapi bisa nunjukkin bukti juga kaga… kalau ada bukti otentik sih gak masalah…
    blog yang slogannya motorgoodness kok mengajarkan berbuiruk sangka..
    itu blog seolah2 menunjukkan hitung hitungan secara teknis, tapi di baliknya ada modus..
    opininya juga aneh…

    —————————————-
    jgn gt bro,ente blm tau aslinya orgnya gmn,klo ga stuju kataknlah ga stuju,ga ush mencela brlebihan,tdk patutlah kt2 “iblis” djdkn prsamaan..
    Ma’afkn klo ane nyakiti hati ente..

    Like

  23. @ 62. NovaSonicRider
    Pada intinya mereka mengambil motor dalam kondisi standart pabrikan. Jadi untuk pengapian atau timing semuanya pada posisi default bro. Untuk RPM semua diatur oleh mesin secara testing menggunakan motor matic. Hasilnya average permerk nyaris sama yakni kisaran speed 40-60km/jam merupakan titik optimal komsumsi BBM paling irit
    @ 66. dikisepterian & 67. garuda
    Siappp bro

    Like

  24. Bedanya penelitian dr itb yg mengajar konsumen dengaan penelitian pabrkn.make ecr40 adalah…

    Yg satu membuat apa yg nampak sulit menjadi mudah dimengerti dan mudah penerapannya scr konsisten….sementara yg satu membuat yg sulit td menjadi semakin sesuatu yg MUSTAHIL dicapai konsisten dan banyak kuantitasnya.

    Ecr40 tentu sj bisa membuka peluang gugatan hukum….itu pasti….tp dosen itb menghilangkan kerugian td dgn cara yg baik dan logis

    Like

  25. mas iwb beneran ikut ke situ? itu kan di dalam laboratorium. ada oleh2 lain juga nggak?
    ane cuma tahu aja tempatnya. nggak termasuk dalam rombongan/hadirin presentasinya.

    Like

  26. wah,,,
    baru aja ane mau tanya kang,,, ngetesnya pake jenis motor apa,,,
    rupanya pake matic ya,,,

    mungkin kalo ngetesnya pake tipe motor yang ada giginya (piye nulise,,,, kok ono untune,,, ) gear maksudnya,,, kayak motor bebek ama mongtor semprot,, apalagi yang ada koplingnya,,, mungkin beda lagi cara ngetesnya ya kang,,,

    soalnya kecepatan 40-60 kpj dengan gear 2,, dan 40-60kpj di gear 4 atau lebih,, pasti beda hasil konsumsi bbm nya,,,

    koreksi ane bila salah,,, (boso inggrise kulo ora ngarti,,, )

    Like

  27. @peyek
    Memang benar…anda suka kelewatan kalo mainin emosi fbh….keterlaluan buat mrk. lihat akibatnya…..sampe2 mereka susah jualan skrg…susahbgiring opini dan bahkan ada yg pelampiasan dgn ‘aktif on metik’.

    Like

  28. @ 72. ss106
    Ikut bro. Oleh-oleh apaan tuh. Oleh-olehnya ilmu yang pasti hehehe
    @ 73. peyek
    Pasti beda kang. Soalnya makin tinggi putaran mesin maka motor juga cenderung boros. Tapi terlalu rendahpun akibatnya juga rakus bensin sebab gear dipaksa melakukan torsi diluar kemampuannya. Cb wae gear 3 buat nanjak dengan RPM rendah…bukaan gas pasti minta lebih. Ngowos wis :mrgreen: . Yang sedang-sedang saja pokoke..
    * Beighh….Saiful maneh. Tobat tenan. Channel wajib pindah Rodo lebay soale…(Btw hafal bener sampeyan padahal dari samping lho wkwkwk)

    Like

  29. wah gini ini artikel yang bermutu..
    walaupun artikel nya termasuk ‘sensitif’ tapi kang IWB menyuguhkan nya dengan cara yang istimewa.. mantab kang bro..

    Like

  30. salut sama artikel ilmiah IWB, sebab banyak masyarakat kita salah orientasi dan perlu informasi secara ilmiah untuk pencerahan

    ditunggu artikel selanjutnya

    Like

  31. @ Peyek
    Kawasaki Z250 kang
    @ devmcry
    Siapp. Suwun mzbro
    @ 82. Dohc rompa
    Sepertinya udah pernah dimuat sama wak haji Taufik. Tapi kita nggak akan bahas sebab bukan itu poin bahasan kali ini. Toh udah diterangkan komsumsi BBM engine sekarang identik sebab sama2 menganut 4 tak
    @ gondes
    Menarik nih kang. Kita akan kupas diartikel berikutnya…

    Like

  32. tolong dong fbh di tes di itb dan ipb juga kesehatannya,kenapa kok sukanya sama odong odong plastik ember bergetar tangki jendol model norak katrok gitu,terus katanya suka melakukan itu di atas motor. 😀

    Like

  33. @73 – Peyek
    Kalo menurut ane sudah dijelaskan di foto slide-nya om. Itu ada grafik engine performance dan driving performance Honda NSR250R (motor sport) dan ada note “Konsumsi bahan bakar terhemat dicapai pada range putaran kerja tertentu” dan putaran kerja itu dikonversikan jadi kecepatan jelajah (bergantung pada transmisi dayanya).
    CMIIW

    Like

  34. Tp bg sy….mtr teririt di dunia tuh cuma mtr2 pabrikan di motogp…..knp? Dgn fuel cuma 21liter…tp RATA2 bisa keluar tenaga 250an hp dan speed di atas 300kpj dn jarak tempuh hampir 100km. Itu SANGAT IRIT!

    Like

  35. Gak kebalik, mestinya yang dites ep be ye, yang katanya paling macho, eh malah pada nyoba skutik malam-malam pada pakai rok, biar gak kelihatan ya. Alasannya lomba lari. Xixixixixi malu aku…..

    Like

  36. 89. bdt – Februari 4, 2014

    yach tinggal terserah konsumen mau beli yg merk mana

    yg ribut khan fb,

    konsumen mah, seneng dibeli, kagak seneng dijual
    ==================
    Harusnya memang begitu, tapi anehnya banyak yang uring-uringan saat hanya ada 30 an persen mau beli motor yang sama dengan keinginan/seleranya. Sementara yang 60 persen malah beli motor yang mereka benci.

    Like

  37. 10. Beqicot – Februari 4, 2014

    tidak ada yang salah cuman beda sudut pandang saja…
    =================

    Saia sepaham sama yang ini, metode full to full, gas betot, rem tarik, gas lagi justru itu sangat mewakili kondisi real sehari-hari kebiasaan seorang rider…
    Rider kalem ya akan cenderung hemat bensinnya.
    Yang kacau itu kalau rider gaya gas pol rem pol terus mengklaim kendaraannya boros… itu uedannn kekekke

    Like

  38. jauh2 hari ane udah pernah komen,, ketika itu waktu empu gandrink masih pake pempers,,, dan masih belajar jalan,,,

    kalo FBH itu kagak bisa di ajak diskusi sehat,,,

    dan ternyata,, walopun setelah empu gandrink sudah menyelesaikan pendidikan S3 nya di university of harvard,,, kelakuan FBH kagak berubah,,,, 😆

    itulah sebabnya,,, kenapa FBH selalu menjadi pecundang dan kaum keterbelakangan mental,,, 😆

    sory,, its a fact,,, like or not,,, 😆

    Like

  39. @ jaos konsumen biasa
    Tp bg sy….mtr teririt di dunia tuh cuma mtr2 pabrikan di motogp…..knp? Dgn fuel cuma 21liter…tp RATA2 bisa keluar tenaga 250an hp dan speed di atas 300kpj dn jarak tempuh hampir 100km. Itu SANGAT IRIT!
    ——————————
    bener banget bro,tp konsekuensinya mahal amit!

    Like

  40. @kesuwen antri
    Hehe….iya. Itu juga selain krn elektroniknya…jg krn fuel nya sendiri sdh mengalami modifikasi penambahan2 kimia dsb yg bikin semakin efisien buat ngimbangin permintaan mesin.

    Like

  41. artikel yg bagus … tapi gimana dgn yg kencang …..

    *sorry telat 6 detik .. masih bisa di uber .. yg ambles 30% susah nambalnya sampai 2,2 juta kubik …. wkwkwkwkwk

    Like

  42. Dan…bg sy….biker yg paling efisien dan irit kalo bw mtr tuh ya riders motogp selagi di race…..krn balance banget…..halus bawanya tp kencang banget sering di atas 200kpj….tp hasilnya 21 liter benar2 cukup!

    Like

  43. cuman bapak” yg bisa ngirit bwa moootornya 😀
    Anak muda mana bisa 😀 wlo mutor teririt skalipun pasti di geberrrrr trus

    Moga artikel ini bisa meredam perdebatan yg slama ni sling mengklim yg pling irit 😀

    Like

  44. @ 72. ss106
    Ikut bro. Oleh-oleh apaan tuh. Oleh-olehnya ilmu yang pasti hehehe

    lha itu. oleh2 ilmu apalagi yg didapat mas? terutama berkaitan dg hal yg biasa jadi debat kusir di sini. misalnya soal nunduk gak nunduk.

    Like

  45. 115. paman sam – Februari 4, 2014
    ======

    makanya ahm buat motor buat bapak-bapak.

    iritnya real,

    jgn salahken ahm kalu bapak-bapak bilang honda ” irit”

    walu ada selain honda yg lebih irit

    Like

  46. makasih2,, bkn undangan tapi kecipratan informasi jd sama2 nambah ngilmu, ketok ki bang Iwe wonge ra tegelan mesti patut dadi mentor :D…

    Like

  47. infonya KURANG LENGKAP.
    harusnya disertakan motor apa yg diuji.
    gak semua motor ekonomis di rentang 40-60.
    silahkan naik tiger, ninja, cbr, pio.
    mereka punya power maksimal di RPM tertentu, pada gigi tertinggi di RPM ekonomis dimana torsi tertinggi tercapai (6000-7000 rpm) speed bisa berada pada 80 KPJ.
    masa iya nantinya motor kimco disamain ama R1 suruh jalan 40.
    ..
    tapi over all, ane apresiasi adanya artikel model begini, jempul dah
    .
    gak melulu bahas motor baru.
    seakan blog cuma jadi ajang kampanye pabrikan.
    beda banget baca isi blog IWB jaman dulu ama sekarang. sekarang kurang artikel bermutu seperti ini.

    Like

  48. infonya KURANG LENGKAP.
    harusnya disertakan motor apa yg diuji.
    gak semua motor ekonomis di rentang
    40-60.
    silahkan naik tiger, ninja, cbr, pio.
    mereka punya power maksimal di RPM
    tertentu, pada gigi tertinggi di RPM
    ekonomis dimana torsi tertinggi tercapai
    (6000-7000 rpm) speed bisa berada pada
    80 KPJ.
    masa iya nantinya motor kimco disamain
    ama R1 suruh jalan 40.******

    ____________________

    takutnya ntar ada yg gak terima kalo motornya lebih boris pak….

    Like

  49. 127. pak tarno – Februari 4, 2014

    infonya KURANG LENGKAP.
    harusnya disertakan motor apa yg diuji.
    ===============================

    di artikel sebelumnya dah ada, coba buka lagi artikel lama

    Like

  50. @om peyek…
    kang iwan,,,
    kalo komen ane ngelantur di beberapa
    artikel,,,,
    di tegur aja kang,,,
    kadang2 ane suka kelewatan kalo lagi
    maenin emosi FBH,,,

    ___________________________<_

    anda memang sering kelewatannya om :mrgreen:

    Like

  51. infonya KURANG LENGKAP.
    harusnya disertakan motor apa yg diuji.
    gak semua motor ekonomis di rentang
    40-60.
    silahkan naik tiger, ninja, cbr, pio.
    mereka punya power maksimal di RPM
    tertentu, pada gigi tertinggi di RPM
    ekonomis dimana torsi tertinggi tercapai
    (6000-7000 rpm) speed bisa berada pada
    80 KPJ.
    masa iya nantinya motor kimco disamain
    ama R1 suruh jalan 40.******

    ==============================================================
    iya sebenernya jenis motor apa yang sedang di uji coba

    Like

  52. 138. Ferboes Richardson – Februari 4, 2014

    @om peyek…
    kang iwan,,,
    kalo komen ane ngelantur di beberapa
    artikel,,,,
    di tegur aja kang,,,
    kadang2 ane suka kelewatan kalo lagi
    maenin emosi FBH,,,

    ___________________________<_

    anda memang sering kelewatannya om :mrgreen:
    ====================================
    sudah ketetapannya om,,, 😆

    Like

  53. Komsumsi BBM motor paling irit direntang kecepatan 40-60 km/jam. Rentang speed tersebut bukannya mutlak sebab bisa dirombak dengan menggeser engine mapping. Namun secara standart…mayoritas pabrikan memilih kecepatan diatas sebagai zona eco riding

    ==============================================================

    Mas IWB itu konsumsi BBM nya pakai Premium atau Pertamax

    Like

  54. You N goO pada Februari 4, 2014 pukul
    8:19 AM
    Bener Kang, ane pernah tes neo vixion dari
    cikarang – kemayoran 50km an, gak abis
    seliter Kang, cuma 7rb perak shell super
    =_______________=_______________<_<<<_<\

    nee vixion khan emang terkenak irit. dah banyak beritanya lhoo….
    *nyambi nyales :mrgreen:

    Like

  55. Ternyata sekarang bedanya hanya sesendok per-40km.. Berarti klaim ttg motor irit itu merk —– hanya kisah klasik dimasa lalu… Moga2 banyak anggota gerombolan kuambing yg bs reinkarnasi jadi manusia 3(baca : menggunakan otaknya)…

    Btw, OM IWB, itu motor2 matic yg di tes apa aja ya?? Boleh tw hasilnya motor A, motor B, motor C, dst (mancing kontroversi hati ahhh)

    Like

  56. deckyogaP pada Februari 4, 2014 pukul
    8:23 AM
    Sepeda vega r th 2005 sya kmrn sya coba
    isi 1 liter hasilnya 59km, dengan kecepatan
    antara 40-50.sebelumnya tangki vega
    kosong song. Itu sepeda sya yg lama msh
    pakai karbu. Kalau milik teman2 rider lain
    gimana ???
    _________________
    _________________

    jupe saya 1:28-32 premium dan 1:40-42 pake pertamax
    masih standart diangka 50-60 kpj 🙂

    Like

  57. Komsumsi BBM motor paling irit direntang kecepatan 40-60 km/jam. Rentang speed tersebut bukannya mutlak sebab bisa dirombak dengan menggeser engine mapping. Namun secara standart…mayoritas pabrikan memilih kecepatan diatas sebagai zona eco riding
    ======================================
    Sudah pada makan siang blum nih 🙂

    Like

  58. Sepeda vega r th 2005 sya kmrn sya coba
    isi 1 liter hasilnya 59km, dengan kecepatan
    antara 40-50.sebelumnya tangki vega
    kosong song. Itu sepeda sya yg lama msh
    pakai karbu. Kalau milik teman2 rider lain
    gimana ???
    _________________
    _________________

    jupe saya 1:28-32 premium dan 1:40-42 pake pertamax
    masih standart diangka 50-60 kpj 🙂

    ================
    jupiter memang irit om

    Like

  59. jaya pada Februari 4, 2014 pukul 8:45 AM
    secara tidak langsung memberikan
    rekomendasi kepada bikers untuk
    memainkan kendaraannya secara smooth…
    yang tujuannya “slomah…slomoh…
    slamet..”:D
    ___________
    _________<_

    slomah slomoh slamet opo kui bro…???

    Like

  60. sampe kepala ente2 kejedot aspal ngomongin merek yahama itu irit org diluar sana kaga ada yg percaya….. soale udah dr oroknya yahama itu suka nge klaim tipu2…….

    Like

  61. sayang turing si neon kang iwan kagak posting pemakaian bbm, coz ane mo buktikan ,tu klaim yahama kalo sineon 78,98 kpl…wkwkwkwk

    Like

  62. Kalo Dr. Ing Tri Yuswidjajanto yg ngomong si Neon test eco riding 15 Kpl ane sangat percaya….

    kalo Tri si juragan alay dengan test anak jalanan rada alayer fby sangat2 percaya….wkwkwkwkwk

    Like

  63. dari taon 2005,,, pikson jadul ane kagak pernah ane ukur,, berapa FC per kilometernya,,, 😆

    jarang geber2,,,, paling2 kalo ada rider kucing,, ane uber2 sampe ane asepin,,, trus ridernya keki,,, 😆

    Like

  64. Silahkan fby komentari xeon 125 gt klaim Yimm 78,98 kpl
    Test Dr. Ing Tri Yuswidjajanto… xeon 125gt 15 kpl……

    monggo fby aka budak2 yahama di komentari mogntor emak2 ente2…wkwkwkk

    Like

  65. kasian,,, udah pake PC butut,,, komennya bece mulu,,, gak ada nyang tanggepin,,, buahahahah,,,

    paling2 nanti ganti nick name,,, trus purak2 ada nyang nanggepi,,, padahal saut2an sendiri,,, 😆

    buahahaha,,,,

    Like

  66. sekali lagi ah,,,,

    kasian,,, udah pake PC butut,,, komennya bece mulu,,, gak ada nyang tanggepin,,, buahahahah,,,

    pait banged hidup mu kisanak,,,, 😆

    Like

  67. 316. Klingon V2 = New Vixion – Oktober 30, 2012

    semakin sering fby berkomentar negatif….semakin gundah gulananya dia sebagai fby…….

    ——————————

    96. Klingon V2 = New Vixion – Oktober 29, 2012

    asisten juragan pengen nyulut lagi…ngakak…….. yep hr minggu khusus buat keluarga, sambil ngerecokin fby walao jatah hari itu anak maen game namun sedikit menghibur liat tingkah laku para fby….ngakak

    Reply:
    {yep hr minggu khusus buat keluarga, sambil ngerecokin fby walao jatah hari itu anak maen game}

    ——————————

    194. Klingon V2 = New Vixion – Oktober 28, 2012

    xixixixi…ane tersenyum bisa bikin fby gondok di tengah kegirangan uforia lorenzo jurdu………. nanti ane sambung lg ya para fby….. coz compy nya gantian ma monik ane…. nge game…. bye..bye… fby yg dilanda uforia….serius….

    Reply:
    {nanti ane sambung lg ya para fby….. coz compy nya gantian ma monik ane…. nge game…. bye..bye… fby yg dilanda uforia….serius….}

    http: //iwb.com/2012/10/28/lorenzo-juara-dunia-pedrosa-mengaku-tetap-bangga/#comment-223995

    203. Klingon V2 = New Vixion – Oktober 28, 2012

    tp ga berlaku buat ngirit2an wtf vs sial gt n miaou j………. kalo wtf lbh irit di bilang ngibul…wkkwkwkwkwkwk…..udah ah….anak ane dah ngambek…..

    Reply:
    {.udah ah….anak ane dah ngambek…..}

    —————————————-
    —————————————-

    “WAKTU ITU PAK KLINGON NGELES KARENA TERPOJOK DEBAT KUSIR DAN BERALASAN SEPERTI ITU!”

    BUAT PAK @NVL = KLINGON V2

    Jangan lupa sama ini.
    Kasihan anak anda mau main game sampai ngambek berebut komputer dengan anda bapaknya.
    Jadi terenyuh saya, terngiang terus komentar ini, sudah tua bangka Bapak Klingon masih ngalay disini.
    Prihatin saya melihat kehidupan aslinya Mas Klingon.

    Like

  68. fby tua bangka bialng ane bc…. sek mo muntah dulu……

    Silahkan fby komentari xeon 125 gt klaim Yimm 78,98 kpl
    Test Dr. Ing Tri Yuswidjajanto… xeon 125gt 15 kpl……

    Like

  69. dan bloger papan atas menguatkan postingan bloger papan atas yg laen tentang fakta test ITB Neon gt 125 cm 15 kpl…

    berbeda dengan penipuan yang dilakukan YIMM yaitu 87,98 kpl..wkwkwkkwwk

    Like

  70. sori ye fby2, apalagi yg sok akrab ma ane. ente2 ane ga kenal….. ane mau konsen dgn judul tread…….

    salam YIMM dgn xeon 78,98 kpl……..
    fakta 15 kpl…..wkwkwkwkwk

    Like

  71. fby yg udah aki2 dan rontok rambutnya…. silahken di komentari aja, penipuan yimm > xeon gt125 78,98 kpl,
    dan komentari hasil test ITB sebenarnya cm 15 kpl…..

    pura2 sibuk….. wkkwkwkwkkwk

    Like

  72. lah koq fby2 mingkem ????

    ayolah di komentari penipuan yimm > xeon gt125 78,98 kpl,
    dan komentari hasil test ITB sebenarnya cm 15 kpl….

    biar sejalan dengan judul tritt……wkwkwkwk

    Like

  73. Metode EC R40 itu metode ilmiah yang parameternya telah terukur…atau bisa dikatakan dalam kondisi “Steady State”….

    Sedangkan tes-tes umum yang biasanya dilakukan “full to full” itu kondisinya “unsteady state”….

    Kesimpulannya ya terang wae ada perbedaan dari 2 metode itu….banyak faktorlah….

    Orang yg bergelut di bidang penelitian pasti tahulah akan hal ini…

    Ngono lho Son….ngerti pora kowe….. :mrgreen:

    Like

  74. cofee break selesai….. lanjot gawe…

    fby di komentari ya kalim YIMM xeon bisa 78,98 kpl..
    padahal faktanya cm 15 kpl….. wkwkwkwk

    silahken lanjut nyolot, fby2 gelandangan……..

    Like

  75. xeon GT 15 kpl? yakin gak ada yg percaya. kalopun benar pasti itu tangkinya bocor. :mrgreen:
    atau mungkin mesinnya ada yg rompal dan pada karatan. eh… tapi kan xeonk GT motor baru. gak mungkin laaaaa…. masa motor baru dah pada rompal dan karatan?
    tapu yang jelas kalo xeonk GT 15 kpl, saya jelas ga percaya.
    so weird

    Like

  76. lulusan Sekolah Teknik Mesin Jerman (STMJ)? pantesan pinter *piss Pak 😀
    betewe, artikel ini keren kang, seiring dgn semakin ringkih & tuanya usia bumi, sering2 yak, juooosss…..

    Like

  77. 150. liant bravery. selamat Anda layak dapat pulsa 😀

    betewe, mo nyambung aja, Z1 ane dapetnya 1:46an, pemakaian 40~60 kpj cm buat pp rumah-pabrik tiap pagi & sore lewat jalan antar kampung, minumnya pertamina nu bereum..

    Like

  78. Pingback: Menanggapi Hasil Test Skutik BBM Oleh LAPI ITB | rifkyhimself

  79. juragan churut bilang kalo si xeon boros..
    odong odong variongok 125 juga sama
    hasilnya,, padahal dah koar koar pake iss
    yang katanya sich menambah irit.. fikir pake logika.. gimana kalo tuh
    odong2 variongok gak pake iss ??
    the answer is,,
    injeksi dan semua tehnologi honda is
    gagal..
    yezzzzz

    buat apa dohc kalo boros tapi hasilnya cuma lemot dan rompal ?

    untuk apa iss kalo borosnya sama saja dengan yang enggak iss ?

    bahkan matic yamaha terbaru ini jauh lebih irit dari pada odong odong hondangok yang pake iss gagal.
    yezzzzz

    Like

  80. brarti matic yg ditest itb kemaren beneran independent ya. Kata fbh itu cuma suruhan yimm,ternyata mereka meneliti beneran.
    Salut deh sama matic yimm, irit emang.

    Like

  81. Kang Iwan, tolong tanyakan/ sampaikan hal ini ke ITB, kalau mau lebih obyektif, sebenarnya ada 1 lagi aspek/ variabel yang sangat penting/ menentukan, yaitu motor yang akan dites oleh pihak ketiga (dalam hal ini ITB), harus motor “kualitas mass-pro” yang diambil/ dipilih langsung SECARA ACAK dari dealer, bukan motor yang “dikirim” oleh pabrikan ke peneliti ybs… Tul nggak? Hehehe…

    Like

  82. NVL ku bulan jauari 2014 saya test pake metode full to full, hasilnya 42,5km/liter, bulan desember 2013 37,3km/l, november 43,1km/l, oktober 40,5km/l,
    sbenarnya brpa sih konsumsi bbm yg di keluarkan YAMAHA

    Like

  83. Wah di gedung prodi teknik mesin ya mas iwan, harusnya kesana saya biar ikut liat hehe. Tongkrongan saya di gedung sebelahnya soalnya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s