Motogp : “Agar seru intervensi komputer kudu dikurangi 50-60%” ujar Rossi….

Rossi saat nunggang Honda NSR500….skill lebih dominan dibanding komputer!

Bro dan sis sekalian…kendati hanya menempati posisi tercepat kelima saat latihan Silverstone, Rossi sudah bisa tersenyum gembira. Untuk pertama kalinya doi merasa cukup nyaman diatas M1. Lah…mosok kelima wis seneng??. Yah…hampir dua tahun belakangan The Doctor cukup kesulitan diSilverstone. Dan dari penuturan doi pula….Motogp sekarang terlalu sempurna. “Now the rhythm is very fast and constant from the beginning to the end (iramanya sangat cepat dan konstan dari awal hingga akhir red) .” Tidak heran sebab intervensi elektronik mendominasi balapan era modern. Makanya jangan kaget kalau makin hari jarang ditemui adu salip layaknya balapan era klasik. Berikut penuturan Vale seperti dilansir Crash……AHM Oil iwan-banaran

Aku lumayan gembira dengan hasil practice. Ini pertama kalinya bersama Yamaha (sebelumnya Rossi mencicipi Silverstone dengan Ducati) dan feelingku jauh lebih baik dengan M1. Sangat menikmati….trek ini luar biasa. Ketika kamu bisa mengendarai hingga limit kemudian mempunyai perasaan bagus pada kendaraanmu….lucu memang sebab semuanya begitu cepat. trek sangat lebar dan kamu punya banyak waktu untuk muntir gas hingga mentok. Aku cukup gembira dihari pertama khususnya setelah selama 2 tahun selalu kesulitan diSilverstone” ujarnya…….

Kendati doi mengaku menikmati membalap diatas M1 diSilverstone, Rossi menggaris bawahi besarnya intervensi elektronik motor balap modern membuat daya tarik Motogp menjadi jauh berkurang. Minim adu salip klasik, dan susahnya mengejar barisan depan ketika kondisi kendaraan dalam keadaan sempurna. Hal ini tidak ditemui diera klasik dimana rider harus fokus total dan gampang membuat kesalahan. Diera sekarang…ketika kamu lahir dan terbiasa diberi bantuan komputer, maka pembalap gaek seperti Rossi akan kesulitan mengimbangi pembalap muda yang tahu mengoptimalkan perangkat elektronik…..

Tahun ini aku rasa balapan sedikit menyenangkan dibanding musim lalu. Namun tidak terlalu fantastik. Aku rasa motor sekarang terlalu sempurna sehingga sangat susah saling salip dan bertarung dari awal hingga akhir. Motor sekarang memang luar biasa, namun untuk memberikan tontonan seru dan menegangkan dalam racing, kamu harus merubah sistem komputer dengan mengurangi intervensi 50-60%. Elektronik memang perlu untuk safety….bagus sih. Tapi porsi sekarang luar biasa besar dan semua total untuk performa. Jika gas mentok sudah diset untuk akselerasi….dengan komputer, sulit untuk meraih sesuatu. Mungkin kedepan….Motogp bisa sedikit dikembalikan seperti masa lalu. Dan race semakin menyenangkan untuk ditonton serta lebih banyak kesalahan dari rider….” tutup sang juara dunia 9 kali….

Yup…..Sebuah pendapat dan opini yang masuk akal. masih ingat…saat IWB SMA…betapa serunya nonton GP500. Ban goyang dompret diakhir-akhir lap…dan tidak jarang saking ngototnya ingin nyalip, mereka kebablasan digravel karena kehabisan grip. Antar tim juga nyaris imbang sehingga Suzuki, Honda dan Yamaha bisa bersaing masa itu. Kini…sangat sulit bagi Suzuki untuk bersaing dengan dua Jepang akibat keterbatasan dana. Makin canggih….teknologipun semakin mahal. So…..berharap Motogp seru seperti jaman dulu??. Kalau menilik kondisi sekarang yang serba sempurna koq judule ngimpi ya bro. Jadi….siap-siap aja persaingan hanya diisi duo Jepang Honda-Yamaha. lainnya?. Ngelus dada :mrgreen:..(iwb)

59-motogp-valencia-2003

Versi awal RC211V…..technology elektronik mulai dikenalkan tapi belum dominan

 

Advertisements

73 thoughts on “Motogp : “Agar seru intervensi komputer kudu dikurangi 50-60%” ujar Rossi….

  1. Di awal kemunculannya, Mio dikenal sebagai motor wanita. Identifikasi Mio dengan wanita lambat laun surut di 2006 setelah Yamaha merilis Mio Soul. Varian ini lebih mengerti kaum Adam dan mendukung hegemoni Yamaha di segmen matik.

    Tahun ini dengan penghargaan Kartini Choice Brand Award, menjadi tolak ukur bagi konsumen mengenai merek-merek terbaik yang saat ini tersedia di pasar. Penilaian wanita dianggap jadi tolak ukur karena hampir semua produk kebutuhan sehari-hari, keputusan belinya ada di tangan wanita. Sementara lelaki umumnya cenderung sebagai pengguna saja.

    Ada 96 produk yang menjadi obyek survey Kartini Choice Brand Award yang dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu produk-produk yang dibeli responden untuk dirinya sendiri (produk kebutuhan wanita), produk-produk yang dibeli responden untuk kebutuhan keluarga, produk-produk yang dibeli responden untuk anak-anaknya….(YIMM PR)

    tes2 tess

    Like

  2. Setuju nih, musim motogp era modern yang masih seru itu terakhir pada musim 2007. Walau pun Casey Stoner mendominasi tapi tim2 satelit honda dan ducati masih bisa bersaing ke depan dan meraih podium bahkan suzuki bisa mencuri kemenangan. Masih banyak aksi salip-menyalip bahkan di akhir lap dan gap antara tim pabrikan dan satelite tidak begitu jauh pun sama halnya persaingan antara ban bridgestone, michelin dan dunlop
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

    Like

  3. gini bro soal mio ntar dulu….

    gue mau bagi pengalaman,,,
    tadi siang,, sepupu gue beli verza 150…
    aku sih recomend pulsar 200ns atau vixion..

    tapi namanya juga gila merk,,,

    gue kaget bgt,,,,
    waktu liat di iklan kok kayaknya,,, ya bgt ini mtr,….
    dan juga gue juga terheran2,
    kok jarang bgt sih yg ngeluh verza 150,… padahal ini mtr kayak txxx

    sumpah gue heran,,
    apa karena belum pernah nyoba verza 150?
    apa karena ini mtr cuman utk kalangan bawah , biasanya org bwh nerimo apa adanya termasuk mtr payah!

    pertama2 gue coba elus2 itu tangki legendaris honda yg gampang bocor,, gue ketuk22
    bused tipis amat,,,
    kayak blek krupuk kasaraannya….

    sumpah tipis,,,,

    trus gue coba pake ini mtr,,,
    gear 1 rasanya kayak mboh wiss,,,,,
    jauh dari kesan smooth
    jauh dari kesan brutal,,
    jauh dari kesan responsif,,,,

    alias… (dlm hati gue berkata kok ada ya org mau naek mtr txxx kayak gini????)

    udah ga ada yg ditutup2 in,,,,
    berarti memang bukan OMONG KOSONG KALO kualitas honda semakin turun….
    that’s real bro….

    gue coba shifting gigi demi gigi guna mencari apa sih enaknya naik ini verza???

    gue gali trus menurus,,,
    gigi 1 2 3 4

    …………………….
    terasa berat,,
    cape,,,,
    posisi tegak tapi kok rasanya ga comfort bgt tegaknya,….

    mau nyalip2 bus juga ga enak2 amat,,,,

    apa ini ceritanya dpt brg ccd lagi dari honda karena beli CAsh???

    (ntah lah…. hanya ahm yg tau)

    trus jgn berdalih mentang2 mtr murah gitu ga bole nikmati rasa kayak byson yg nikmat bgt….

    Like

  4. @ 11. Atra D.Sisco
    Iya…filter habis-habisan nih bro
    @ 13. Kobay Kabayan
    Wah…kang Kobay dah dirumah nih. Juozzz tenan. Suwun mzbro udah dikasih kesempatan nyicipin si putih

    Like

  5. lah klo kaya dulu terus gmna perkembangannya Bang Ros…. namanya juga Prototype,,, beradu teknologi dan inovasi….. klo skarang gak seru bukan karena komputerisasi tapi karena kompetitor gak sanggup meradu inovasi dg yg lain makannya ketinggalan…

    Like

  6. Klo rider2 yg suka tantangan spt Rossi, Marquez dan Stoner lebih suka motor yg lebih minim perangkat elektronik

    Tapi klo buat rider kalem spt Pedrosa dan Hohe yg lebih mengutamakan safety, pasti sangat nyaman dgn perangkat elektronik itu…

    ==================================
    PELUANG USAHA:
    http://sarungjokcooltech.wordpress.com/
    Dicari Agen/Reseller/Dropshipper
    ==================================

    Like

  7. 34. peyekganteng – Agustus 31, 2013

    om kobay
    ane cuman penasaran aja ama tuh di lorensa… apa nyalinya sebesar bacootnya….
    ================

    Sudahlah, sing waras ngalah, keliatan kok kualitasnya 🙂

    Like

  8. Control elektronik yg berlebihan memang bikin MotoGP kurang menarik, tp namanya jg motor prototype ya wajar kalo teknologinya maju pesat termasuk adanya kendali elektronik pada mtor.

    Like

  9. sama kurang serunya seperti blog iwb yang makin banyak filternya. makin sepi aksi salip-salipan liarnya. walau bgtu ane masih terus ikutin ini blog.

    pilih yang terbaik aja yaa om iwb, terus berkarya.

    kalau ga om iwb bikin id lain aja buat hajar komentator y kurang ajar. hehehe….. biar makin seru kaaaang…

    biar artikel lawas masih enak dibuka meski sekedar liat balasan komen aja….

    Like

  10. kalo rossi gak mau banyak komputerisasi yaa maen aja balap indoprix dijamin dehh sepi komputerisasi paling* cuma setting CDI ato yang injeksi ICU
    dan yang paling penting naek bebek kwek kwek teknologi mocingp ngebul..
    hahaha
    kabuuurr….

    Like

  11. 43. adjieeb – Agustus 31, 2013
    ”””””””””””””””””””””””””””””””””’
    seru juga kok..apa lagi jagoanku menang 4 seri berturut turut ahahah

    Like

  12. 19. iwakbanaran2 – Agustus 31, 2013
    Di awal kemunculannya, Mio dikenal sebagai motor wanita. Identifikasi Mio dengan wanita lambat laun surut di 2006 setelah Yamaha merilis Mio Soul. Varian ini lebih mengerti kaum Adam dan mendukung hegemoni Yamaha di segmen matik.

    Tahun ini dengan penghargaan Kartini Choice Brand Award, menjadi tolak ukur bagi konsumen mengenai merek-merek terbaik yang saat ini tersedia di pasar. Penilaian wanita dianggap jadi tolak ukur karena hampir semua produk kebutuhan sehari-hari, keputusan belinya ada di tangan wanita. Sementara lelaki umumnya cenderung sebagai pengguna saja.

    Ada 96 produk yang menjadi obyek survey Kartini Choice Brand Award yang dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu produk-produk yang dibeli responden untuk dirinya sendiri (produk kebutuhan wanita), produk-produk yang dibeli responden untuk kebutuhan keluarga, produk-produk yang dibeli responden untuk anak-anaknya….(YIMM PR)

    tes2 tess
    =======
    masih aja nyales di sini tong… tong…

    napa? target jualan masih loyo?

    Like

  13. @46. sinbe – Agustus 31, 2013
    RcV era doohan tuh emang ajib!
    =====================
    nsr kali om..itu ma alasan rossidin aja..la waktu dia juara dunia di era full komputer(2008-2009) apa dia gk ngerasa..

    Like

  14. mesakke mbah Rossi, segitunya..(beda pas kalo lagi ngiklan)
    emang kalo sering menang tuh enak loh jadi dulu diem aja, tapi pas mulai gak mampu bersaing, ya komen aja (kayak aku hahaha) pokok ga kayak komeng aja deh (hiii amit amit)
    intinya : jamannya sudah beda mbah…

    Like

  15. seruan juga WSBK daripada motogp sekarang yang udah lebih mirip iring2an motor ketibang balapan…
    kemampuan rider sangat terbantu oleh kecanggihan si motor..
    beda sama jaman dulu yg bisa bikin tim juara adalah tim yg punya motor bagus & pembalap bagus 50-50, sekarang? mungkin 60-40..
    dulu lg gaspol tiba2 ngerem bisa oleng amburadul, sekarang?? ABS & sensor beraksi membantu si pembalap…
    Curang? sama sekali tidak..
    Membosankan??? SANGAT

    *cuma sekedar pendapat…& note saya belum tua..saya baru 26 taun…peace 🙂

    Like

  16. pindah WSBK xixixixixi… ini balapan masih top, tiap nikung goyang terus. hard brake, goyang, exit corner goyang. nyali bagai supir bus akap.

    TOOOOP!

    etapi, yang pindahan WSBK melempem di MotoGP. pindahan MotoGP perkasa di WSBk. salah siapa dong kalo gitu??

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s