TVS Indonesia tidak akan mengikuti langkah Bajaj….

Heri Dragono -TVSBro dan sis sekalian…IWB sangat mengerti betul bagaimana kegelisahan para biker penyemplak Pulsar. Dengan makin kuatnya rumor brand Bajaj akan menarik diri Indonesia secara pelan-pelan, maka kehadiran TVS setidaknya menimbulkan pertanyaan serupa….apakah kondisi tersebut berpengaruh terhadap eksistensi TVS diIndonesia?.Ketakutan sebagai pabriakn yang sama-sama berasal dari India.  So….mumpung ketemu dengan para dedengkot TVS di Parjo 2, IWB coba mendekati pak Heri Dragono (Director Sales & Marketing TMCI) untuk mengorek strategi TVS kedepan. Meminta pendapatnya atas manuver mundurnya Bajaj dari Indonesia yang kemudian menggandeng Kawasaki Indonesia…serta adakah kemungkinan TMCI mengikuti langkah serupa??. Gimana jawaban pria murah senyum yang baru bergabung dengan pabrikan kuda berlari 5 bulan lalu?. Berikut detilnya…. 460x170alt2Yamaha#1

TVS beda dengan Bajaj. Kita punya pabrik besar diCikarang sebagai bentuk keseriusan investasi. Sedang Bajaj Tidak. Jadi gampang aja kalau sewaktu-waktu ingin mundur sebab produk yang ada sejauh ini memang hanya berstatus import. Sedang kita….jelas ada pabriknya. Seluruh produk TVS dirakit disini untuk pasar lokal sekaligus eksport. TVS India memang sudah menobatkan dan mempercayakan Indonesia sebagai production base setelah India. Bahkan kita sudah eksport TVS rakitan Indonesia kenegara Vietnam, Philipina dan banyak negara lainnya. Jadi strategi kita jelas sangat berbeda. Keseriusan kita bukan main-main. Malah kedepan kita sudah menyiapkan produk baru serta terus memperluas 3S. Ditunggu saja…” seru pak Heri dengan muka bersungguh-sungguh….

Pria kelahiran Surabaya tersebut tidak menampik…..masalah brand memang menjadi PR utama selain 3S. “Tentang produk kami sangat percaya kualitas bisa dibandingkan produk Jepang. Di India sana, jalanan lebih parah dibanding Indonesia. Kualitas bensin juga lebih rendah serta mahal. Sedang tuntunan konsumen mengenai performa mutlak hukumnya. Makanya TVS selalu meracik produk yang irit, kuat dan kencang. Hanya saja mindset konsumen tentang produk India belum sebaik Jepang. Inilah yang ingin kita rubah pelan-pelan” ujarnya lagi. Isu mundurnya brand Bajaj dari tanah air sedikit tidaknya memang merugikan TVS. Statusnya yang sama-sama berasal negara Bollywood, bisa mempengaruhi rasa kepercayaan konsumen terhadap pabrikan India. Namun pak Heri yakin….lewat konsistensi, bukti, kualitas, perluasan jaringan 3S maka konsumen mampu melihat secara jernih…1-copy

Kita terus berusaha mendekati dan meyakinkan pengusaha untuk berinventasi bersama kita dengan membuka dealer-dealer TVS. memang tidak mudah meyakinkan mereka sebab kami pendatang baru. Jadi tidak benar kalau TVS tidak berkembang. DiSumatera kami cukup bagus. Hanya saja dipulau Jawa masih kudu terus digeber…” seloroh pak Heri. Disaat itu pula IWB menyampaikan ketakutan para biker guna meminang produk TVS akibat keterbatasan bengkel. “Betul…kami sadar itu. 3S adalah ujung tombak utama untuk mendapatkan kepercayaan konsumen. Dan sisi itu menjadi prioritas kami. Namun jangan kuatir….dengan lahirnya produk matic kita nanti, saya yakin akan banyak pengusaha berani melangkah sebab potensinya sangat besar. yang pasti kami menawarkan sesuatu yang beda dibanding produk Jepang….” bisiknya penuh arti….

Last…dari pengalaman IWB, produk TVS memang tidak bisa disepelekan. Mulai dari Apache hingga Tormax….keduanya masuk klasifikasi motor kencang. Dijamin dengan engine sekelasnya akan susah menekuk racikan kuda berlari. Sayang brand masih menjadi pengganjal terbesar penetrasi kepasar.  Btw…..disela-sela perbincangan, ada beberapa bocoran produk yang sudah disiapkan untuk pasar Indonesia. Apa aja?. Akan IWB share dilain artikel. Ditunggu mzbro. So…takut TVS mengikuti langkah Bajaj?. Dipastikan tidak!!!.Sebuah info yang melegakan kita semua tentunya…..(Iwb)

Advertisements

138 thoughts on “TVS Indonesia tidak akan mengikuti langkah Bajaj….

  1. bingung arep komen piye. . . .
    kayaknya sparepart bajaj akan semakin ngLangit rego’ne. . .apaLagi nggandeng kawasaki yg terkenaL mahaL part2nya. . .siap2 ae wes buat pebgguna bajaj 😀

    Like

  2. Klo pemerintah Indonesia serius dengan motar Nasional, bisa aja gandeng TVS trus dikasih merk lokal, bikin produk yang benar2 baru, berikan subsidi besar2an dan didukung rakyat Indonesia. Niscahya semua pasti terwujud

    Like

  3. Sebenr nya saya naksir neo tapi ya gitu karna 3s nya yg langka akhir nya batal dech, tapi kalo lain waktu kalo 3s nya sudah banyak kayak nya pengen tuh nyoba product kuda berlari.

    Like

  4. 10. rider vega – April 13, 2013
    bingung arep komen piye. . . .
    kayaknya sparepart bajaj akan semakin ngLangit rego’ne. . .apaLagi nggandeng kawasaki yg terkenaL mahaL part2nya. . .siap2 ae wes buat pebgguna bajaj
    ————————————————————————————–
    Analisis berdasarkan asumsi saja. Pengguna Bajaj klo orang yg individualis pasti ga bakalan cocok. Spare part banyak kok dijual online. Malahan produsen aditif bbm Nori*** punya divisi jualan part bajaj. tinggal telepon langsung dikirim.

    Like

  5. kalo tvs ingin maju, miniml ngeluarin 2 varian bebek, 3 varian skutik n 3 varian sport. mndset knsumen pbrikn yg varian mtrx sdkit tu Pbrikn mtr klas mocin, cmiiw.

    Like

  6. Kemaren sempat nyoba fasilitas test ride via website, saya pikir cuman pemanis, ternyata besoknya langsung ditelpon untuk buat janji nyoba motornya,…. Sip untuk service saya rasa udah bagus, bagus banget malah. Saya sudah ngerasain Apache RTR 180-nya, n buat performa sangat-sangat layak untuk dipertimbangkan.

    Like

  7. Bajaj jg awal awal bilang begini,hehehehhe
    Pas prodknya mulai di gemari hengkang juga,apa kebiasaan bajaj ya,biasa ada dan tiada??? How is now,?

    Like

  8. Btw, masih belum suka sama model model motornya,
    Apa harus nunggu hasil kolaborasi desain sama bmw ​::Ɣå媪::??
    Seperti pertama liat 200ns (3bulan lalu) langsung kesengsem (ternyata hasil desain orang bmw toh) 😀

    Like

  9. saya pengguna baru TVS. beli tormax sejak akhir desember 2012.
    so far puas dengan kualitasnya. body bagus, cat bagus, suspensi bagus, empuk dan stabil. mesin binal, overall build quality ga kalah sama pabrikan jepang. dan di lampu merah sering dilirik orang karena keren. :mrgreen:

    sparepart? klo fast moving ga ada masalah dan bisa subtitusi dari merk honda atau suzuki. kemaren sempat ada masalah kelistrikan, tinggal klaim garansi, sekitar 2 minggu udah beres dan kelistrikan diganti baru semua, tanpa biaya!

    klo dari segi lari, sorry to say nih bro, megapro, vixion sama new vixion masih kalah tarikan sama tormax. :mrgreen:

    cobain deh tormax. bagi saya ini bebek yang paling kokoh waktu dibawa riding. antep gitu.

    Like

  10. Tambahan kang. TVS satu2nya pabrikan India yg gabung AISI (Asosiasi Industri Spdmotor Indonesia). So kyknya mrk emang ciyyuusss… 😀

    Like

  11. Yach..emang kudu di bangun pabrikan lebih bnyak..diler nya aja masih juarang amat..kudu gencar meyakinkan konsumen,dgn layan 3s nya yg baik,plus dgn sgudang tegnologi plus matreal yg brkwalitas..sooo pelan2 konsumen akan meliriknya..yach maklum kang Tvs,lawong jepang wus kadung lama brcokol di indo,udah bnyak yg kawin dgn indo,mpe punya cucu2 bnyak..,jadi yg sabar aja,terus brjuang,

    Like

  12. terus berjuang TVS. Memang butuh perjuangan total dan konsisten buat mensejajarkan diri dengan nippon. produk sudah bagus dan bermutu, tinggal banyakin 3S nya. SELAMAT BERJUANG…CIA YO…

    Like

  13. Untuk kualitas spertinya mmang 11-12 dg mopang,,fitur mlh lbih lgkap,,hrga lbih trjangkau cma ya 3s nya ma aftersales nya yg minus dbnding mopang

    Like

  14. suruh buat sport fairing 150cc yg murah dan ganteng pasti laku deh. . .karna lum ada sport fairing yg murah. . .
    peluange gede n0h. . .buat brand baru. . .
    asal pelayanannya lebih baik dari H0NDA. .pasty bakal jd brand trkenal. . .
    gue konsumen setia H0NDA aja merasa dianak tirikan gara2 CB150R gue dah 1 bln lbh lum jadi. . .jujur kecewa. .tapi arep ngapa? R bs ngapa ngapa. .

    Like

  15. 17. dwitrioktaria – April 13, 2013

    10. rider vega – April 13, 2013
    bingung arep komen piye. . . .
    kayaknya sparepart bajaj akan semakin ngLangit rego’ne. . .apaLagi nggandeng kawasaki yg terkenaL mahaL part2nya. . .siap2 ae wes buat pebgguna bajaj
    ————————————————————————————–
    Analisis berdasarkan asumsi saja. Pengguna Bajaj klo orang yg individualis pasti ga bakalan cocok. Spare part banyak kok dijual online. Malahan produsen aditif bbm Nori*** punya divisi jualan part bajaj. tinggal telepon langsung dikirim
    =====================================
    bro dwikora… pengguna motor bukan semua paham internet.baik itu bajaj atau pun merek japan lainnya.
    intinya klo bajaj tidak bisa menyediakan 3s seperti japan ya siap siap ditinggalkan.
    buka home shoping saja klo cuma jualan lwat online.
    yang diinginkan masyarkat adalah 3s. walau tidak sebanyak produk japan masih maklumlah.contoh tuh TVS gwe salut tuh.disingkawang kalbar saja dealernya bagus.
    jadi intinya bukan masalah individual atau tidak.masa kita mau beli motor untuk spare part harus online. sori masih banyak merk lain yang lebih bagus.

    Like

  16. Memang patut dicurigai kalau ada produk wah tapi harganya murah, selang beberapa waktu ngasih diskon besar, nggak ikut asosiasi industri, impor doang nggak mau bikin pabrik, ternyata emang sudah rencana dari awal, tapi efeknya akan jauh kedepan.

    Like

  17. ane make rtr 180,dh mke 6 bln ne..
    Puas mke ne mtor,cm ga’ sreg ja ma knalpot na,gmn gt..
    Tp tk mesin,cat,body,tenaga,rem,speed,ane suka..
    Mantabbbb..

    Like

  18. ane make rtr 180,dh mke 6 bln ne..
    Puas mke ne mtor,cm ga’ sreg ja ma knalpot na,gmn gt..
    Tp tk mesin,cat,body,tenaga,rem,speed,ane suka..
    Mantabbbb…

    Like

  19. Model, model, dan model………………..

    motor TVS udah kebukti bagus secara kualitas n pengendalian, (udah pernah coba nih)

    tinggal model yg kurang, harus berani kasi desain beda dgn jepang, tapi jangan terlalu india (kurang diminati disini) bagus kalo desain ala eropa, orang sini pasti suka,

    kalo model udah keren n kualitas oke, pasti yg beli banyak (salah satu mocin aja ada yg cuma jualan model, bisa laris, walaupun sesaat, karena gak jaga kualitas, ya KO juga akhirnya)

    so model+kualitas+3S = sukses

    Like

  20. Satu yang bikin males ngelirik motor sport TVS, yaitu “DESIGN” masalah design TVS kalah sama Bajaj Pulsar, mangkanya yang sering keliatan di jalan produk Bajaj Pulsar.

    Like

  21. biasanya janji manten anyar juga begitu ngegosipin pasangan mau cerai,kalau saya sehidup semati,besok2 lupa janjinya,kami butuh bukti,bukan janji.

    Like

  22. 1. tvs punya pabrik di indonesia sebagai basis asean
    2. anggota a.i.s.i seperti honda,yamaha, suzuki ,kawasaki
    3. mengutamakan kualitas harga bersaing
    4. kerjasama dengan bmw
    5. spare part pasti ada lha pabriknya disini
    6. produk baru konsisten diluncurkan
    7. silahkan beli TVS buktikan kualitasnya

    Like

  23. 62. genbuz – April 13, 2013

    aku dah nyoba rtr 180, tarikane mak nyuuus. Sayang merknya tvs, kalo honda pasti laris. Hehe…
    ==================================================
    Motor yang tidak ada mesin-nya pun pasti laris kalau dikasih merk itu mas bro..lol

    Like

  24. wajah seriusnya pak heri dragonball z dngan wjah seriusnya pengacara rafi ahmad.
    lebih serius mana hayoo…?? hehehe… kidding yo pak..
    pak heri jangan khawatir, sejalan dengan waktu, konsumen mencoba, pasti akhirnya tau mantabnya TVS, dan memang mantab karena saya sendiri memang sudah pernah mencoba TVS APACHE yg keluaran pertama, tarikannya memang jozz banget. itu motor yang beli tetangga saya hampir 3 thun yg lalu, n saya kadang2 njileh alias pinjam jadi ya tau persis gimana mantabnya, bodinya kenceng, kualitas bodinya ajiiib.. aq cek kualitas plastiknya tebel man… sampe sekarang masih ada tuh & gak pernah mengalami kerusakan yg berarti, dari yg saya perhatikan ya paling hal2 biasa seperti motor kebanyakanlah, dia pernah ganti ban sama 1 set gear & rantai, ya umum toh.. tapi kalo untuk urusan mesin sampe sekarang masih sehat banget, di bodi dan sasis pun masih solid banget, gak kerasa ada geter atau geol sama sekali. masih bener2 solid padahal jalan di tempat ku ini, di daerah simpang agung, kabupaten lampung tengah, provinsi lampung banyak jalan berbatu dan berlubang. cuma jalan utamanya aja yg lumayan bagus wlaupun gak bner2 mulus… bahkan itu motor yang namanya setel klep sekalipun belum pernah, jadi tuh mesin sama do’i bener2 di biarin aja alias bebas perawatan, kecuali ganti oli, itupun ane perhati’in oli yg di tap dah encer banget baru di ganti. tapi mesin masih baik2 aja smpe sekarang. gemblung tenan.. kalo menurut saya kualitasnya malah lebih mirip seperti motor jepang zaman dulu, zaman klasik, waktu merk jepang masih sangat menjaga kualitas..
    maaf gak ada foto, bukannya gak bisa foto, bisa aja, gampang kalo mau foto lha wong itu mtornya masih nongkrong di samping rumahnya kok, jadi kalo mau foto ya tinggal saya jepret aja dah dapet foto nya. tapi saya ini lewat hp, hp cina pula, n gak tau cara unggah fotonya gimana.. hehehe.. ”kalo ada yg mau menghina ndeso gak apa apa”.
    jadi kalo seandainya ada dari kalian yang menyatakan no picture = hoax, ya gak pa2 silakan.. yang penting saya ini hanya menceritakan yg apa adanya pengalaman saya punya tetangga yg punya tvs apache dan saya sering pinjem tuh motor..
    kalopun ada yg menyatakan hoax nanti seandainya nyoba juga pasti tau sndiri.. hehe..
    cuma sayang belum injeksi, kalo udah injeksi pasti lebih mantab dan lbih irit, secara performa di atas dari pada motor merek lain di kelasnya.

    Like

  25. tvs = untuk pasar asean merakit di indo

    bajaj = untuk pasar indo import dari india.

    sama-sama merek india,
    tapi untuk kualitas keseluruhan dan finishing,, tvs jauh lebih baik, bahkan performa pun lebih jempolan.
    berarti tangan orang indonesia itu lebih bagus dari pada tangan orang india.

    coba kalo pemerintah kita mau membuat BUMN perusahaan pembuatan motor asli dalam negeri, mungkin motor asli buatan indonesia kualitas, performa, dan fiturnya bisa jadi yg paling oke di dunia..
    secara,, sebenernya di negara kita ini, kita punya orang2 yang jauh lebih faham dari pada orang india dan jepang, mengenai bagaimanakah model yg bagus dan kualitas serta fitur yg bagus..

    untuk TVS, 4 jempol buat ente…
    tutup tengki udah gaul broo…
    bahkan di saat motor batangan yimm dan ahm masih pake tutup tengki jendol, tvs apache generasi pertama udah rata di susul oleh byson.
    sippp mantab.

    Like

  26. mbok ya perushan lokal itu nyontek india sono kayak tvs-suzuki skrg jadi tvs trus bajaj-kawasaki skrg jd bajaj n hero-honda skrg jd hero, klo disini mah cuma bs jadi distributor doang alias jualan tok

    Like

  27. sebenarnya motor honda yamaha suzuki sudah merupakan karya anak bangsa cuman mereknya jepang kandungan lokalnya sudah diatas 95 persen !

    Like

  28. tvs matic..?? humm brum brum..perang matic dah..
    samal kenal @mario:semoga ada antusias tuh kembangin produk dalam negeri…Juosh..

    Like

  29. Semua kembali ke pribadi masing-masing, Mas Brow. Dan yang paling utama cara rider berkendara, semua orang bilang kalau motor Jepang berkualitas, cuman kalau cara mengendarai hobinya kaki kanan selalu berpijak di pedal rem dan gigi tinggi kecepatan rendah (Indonesia banget 🙂 ) ya sami mawon. Tapi kalau pake TVS yang katanya motor India, tapi selalu servis + ganti oli tip 2.000 km atau 2 bulan sekali, safety riding bener-bener dijalankan, meski cuman TVS, tapi dijamin Mas Brow nyaman-nyaman ‘aja pake tuh motor 🙂

    Like

    1. Bajaj ma tvs palinh laku di daerah pasar baru gang kelinci,krn bhsanya aja masih acha acha nehi nehi hehehhe amitabaaaa…
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

      Like

  30. ar juga ikut… Gilamerk.com pada April 13, 2013 pada 12:12 PM 62. genbuz – April 13, 2013 aku dah nyoba rtr 180, tarikane mak
    nyuuus. Sayang merknya tvs, kalo honda
    pasti laris. Hehe…
    ================================
    ==================
    Motor yang tidak ada mesin-nya pun pasti laris kalau dikasih merk itu mas
    bro..lol
    ================================
    ================================
    Yah… Semoga aja orang indonesia kedepan nya, ngga fanantik ama satu merk… Lebih selektif n melek ama teknologi….

    Like

  31. hrus lbih bnyak promo d jawa… bs mnggandeng group musik bwt mnyelenggarakan konser n setiap tket nnti d undi bwt mndapat 1 unit tvs… Psti makin trkenal n d sukai masyarakat… Kita liat honda n yamaha yg sdah trkenal saja masih mnsponsori konser2 musik…

    Like

    1. Service motor jepang aja mash terasa jauh,gmn tvs yg bengkelnya gk pernah liat,dari jakarta bekasi,huft
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

      Like

  32. mario pada April 13, 2013 pada 12:55 PM tvs = untuk pasar asean merakit di indo bajaj = untuk pasar indo import dari
    india. sama-sama merek india,
    tapi untuk kualitas keseluruhan dan
    finishing,, tvs jauh lebih baik, bahkan
    performa pun lebih jempolan.
    berarti tangan orang indonesia itu lebih
    bagus dari pada tangan orang india. coba kalo pemerintah kita mau
    membuat BUMN perusahaan pembuatan
    motor asli dalam negeri, mungkin motor
    asli buatan indonesia kualitas, performa,
    dan fiturnya bisa jadi yg paling oke di
    dunia.. secara,, sebenernya di negara kita ini,
    kita punya orang2 yang jauh lebih faham
    dari pada orang india dan jepang,
    mengenai bagaimanakah model yg
    bagus dan kualitas serta fitur yg bagus.. untuk TVS, 4 jempol buat ente…
    tutup tengki udah gaul broo…
    bahkan di saat motor batangan yimm
    dan ahm masih pake tutup tengki jendol,
    tvs apache generasi pertama udah rata
    di susul oleh byson. sippp mantab.
    ============================================================================
    Salam Super.

    Like

  33. ane pernah lho naik tvs apache yang 160cc.. gak sembarangan tuh motor tarikannya paling mantab di kelasnya.. gak kalah lah dari motor jepang, kualitasnya juga gak main-main, plastiknya tebel.. di daerah ane ada yg punya tuh, dah lama masih awet aja nyampe sekarang, bodi dan sasis tetep kenceng gak ada getar dan masih sangat stabil. dengan masih barunya dulu gak ada perubahan, kualitas cat nya juga gak berubah jadi buram. nyampe geleng2 kepala ane liatnya,, cuma sayangnya bentuk knalpot alias muflernya aja yg masih terlalu kecil jadi terkesan kurang gagah padahal gagah bnget nih mtor, sama belum injeksi, cuma itu aja sih.. selebihnya mah memuaskan.

    Like

  34. DiKota Luwuk diMaahas Dealer TVS TUTUP.lalu apa yg terlanjur beli kalau mau beli Part harus keMakasar,Palu.diToko Sperepart kalau tanya art TVS jawabnya cuma senyum dan geleng2.kalau Partnya GL100 atau King mau rakit sendiri RX King juga ada.saya korban bilang keSaudara diLuwuk TVS bagus,trus dia beli.

    Like

    1. Perjalanan tvs lebih berat krn hengkangnya bajaj,secara bajaj tvs identik dgn indihe,hehehhee
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

      Like

    2. Emng mantap ni motor india,gw pernah liat wktu nabrak pohon ,bukannya ringsek malah motornya joget ala india xixiixixi
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

      Like

  35. Aq cuma bingung za meliyat kondisi ketenga kerjaan TVs d sini..
    secara tvs ngejual motor rata2 2rb unit per bulan..
    proses produksinya bgaimana Ea…?sedankn Aq saja bikn camshaft untk unit motor h_____a tuk satu tipe nympe seribu per shift..
    Karyawn sono pd ngapain Ea ….?hee..

    V ,,yg pnting niatan baek TVS Kudu d aPresiasi lah dg Cara mmbli produk2ny,,biar karyawan dsana ga pada bengong_Bengong krn gada kerjaan gada lemburan…..
    hee..$#

    Like

  36. mario pada April 13, 2013 pada 2:05 PM Genbuz dan semuanya
    sahabat ku yang super sekali.. salam super
    ============================================================================
    sama-sama mas bro.

    Like

  37. 47. 523789 – April 13, 2013

    17. dwitrioktaria – April 13, 2013

    10. rider vega – April 13, 2013
    bingung arep komen piye. . . .
    kayaknya sparepart bajaj akan semakin ngLangit rego’ne. . .apaLagi nggandeng kawasaki yg terkenaL mahaL part2nya. . .siap2 ae wes buat pebgguna bajaj
    ————————————————————————————–
    Analisis berdasarkan asumsi saja. Pengguna Bajaj klo orang yg individualis pasti ga bakalan cocok. Spare part banyak kok dijual online. Malahan produsen aditif bbm Nori*** punya divisi jualan part bajaj. tinggal telepon langsung dikirim
    =====================================
    bro dwikora… pengguna motor bukan semua paham internet.baik itu bajaj atau pun merek japan lainnya.
    intinya klo bajaj tidak bisa menyediakan 3s seperti japan ya siap siap ditinggalkan.
    buka home shoping saja klo cuma jualan lwat online.
    yang diinginkan masyarkat adalah 3s. walau tidak sebanyak produk japan masih maklumlah.contoh tuh TVS gwe salut tuh.disingkawang kalbar saja dealernya bagus.
    jadi intinya bukan masalah individual atau tidak.masa kita mau beli motor untuk spare part harus online. sori masih banyak merk lain yang lebih bagus.
    ==============

    Sepaham nih om, kalau melihat ke diri kita sendiri, mungkin jawabannya bisa seperti om Dwiko, tapi kalo kita lihatnya dari helicopter’s view, gimana nasib yang gak melek internet? itu aja sih….
    SIngkatnya, yang menikmati atau bisa “ngakalin” spare parts ya jadi segelintiran aja.

    Like

  38. Kasih 2 jempol dulu buat TVS….2 jempol sisanya kalau beneran terbukti gak hengkang….

    2 taun lalu sempet mau ambil TVS, pilihan setelah Bajaj, buat saya nama TVS lebih keren drpada Bajaj yang selintas langsung mikir roda 3 berasap dan bising….hehehe

    Like

  39. sayang,ane lebih sukak ambil motor laki 17 jutaan(korupsi 100 ribu) buat ane niaga 😦

    ditempat ane yang jual TVS engga ada,musti kekota besar 😦 😦

    Like

  40. @ichy 46

    dnger2 tormax itu bukan varian khusus yg gak ada di asalnya india sana deh.
    coba aja browsing
    pabrik tvs indonesia cuma buat bebek dan metik kedepannya, setau saya apache msh impor,tp itu info thn 2012 gaktahu deh di 2013 ini gimana

    Like

  41. Masalahnya yang beli bajaj umumnya pada melek informasi alias minimal biasa akses internet, jadi nyari info part lewat online ga ada masalah yang berarti. secara bajaj motor minoritas, ga banyak beredar awalnya jadi kemungkinan calon buyer bajaj udah biasa cari info di dunia maya minimal cari2 info ttg motor2 bajaj. secara buyer bajaj juga umumnya rata2 berumur relatif muda (yang melek informasi) jadi cari info part dan atau beli dgn online bukanlah hal Masalahnya yang beli bajaj umumnya pada melek informasi alias minimal biasa akses interneMasalahnya yang beli bajaj umumnya pada melek informasi alias minimal biasa akses internet, jadi nyari info part lewat online ga ada masalah yang berarti. secara bajaj motor minoritas, ga banyak beredar awalnya jadi kemungkinan calon buyer bajaj udah biasa cari info di dunia maya minimal cari2 info ttg motor2 bajaj. secara buyer bajaj juga umumnya rata2 berumur relatif muda (yang melek informasi) jadi cari info part dan atau beli dgn online bukanlah hal Masalahnya yang beli bajaj umumnya pada melek informasi alias minimal biasa akses internet, jad

    Like

  42. masalahnya yang beli bajaj umumnya pada melek informasi alias minimal biasa akses internet, jadi nyari info part lewat online ga ada masalah yang berarti. secara bajaj motor minoritas, ga banyak beredar awalnya jadi kemungkinan calon buyer bajaj kemungkinan udah biasa cari info di dunia maya. secara buyer bajaj juga umumnya rata2 berumur relatif muda (yang melek informasi) jadi cari info part dan atau beli dgn online bukanlah hal baru.

    tapi tentunya jika ditunjang dengan 3S yang baik akan lebih menyenangkan bagi customer

    Like

  43. T V S motornya memang tangguh tarikannya juga nyut tapi sayang harga jual kembalinya tergolong sangat rendah dibanding motor2 yang familier, saya pernal pakai apache 160 dipakai setahun harga jualnya tinggal 9,5jt itupun lakunya sampai 2 bulan, mungkin ada baiknya TVS memfasilitasi untuk masalah ini dan juga ditempat saya ada beberapa bengkel yang sudah tutup

    Like

  44. TVS apache emang enak di bawa kencang! Tp kalo di bawa pelan bawaannya mw lompat aja! Ga cocok lalu lintas jakarta masa kini!

    Like

  45. Iya sh harga jual kembali motor merk non jepang emang tidak semenjanjikan motor merk jepang! Apalagi tvs yg baru 5 tahun beredar, pabrikan jepang saja perlu puluhan tahun pengalaman utk memantapkan image di indonesia! Tp menurut saya tvs sudah serius menggarap industri motor di sini! Tp kembali ke mindset pemakai juga, kendaraan itu untuk di pakai bukan komoditas dagangan! Kalo ga mau jatuh ya jangan beli motor merk non jepang! Biarpun dalam hati ga sreg, yg penting harga jual kembali ga jatuh! Gtu kan?

    Like

  46. Tvs tormax di india sana ga di pasarin tuh! Itu varian khusus utk pasar asia tenggara deh! Kayaknya lho!!! Tp nanti tak brosing lagi tentang tormax!

    Like

  47. Modelnya? Iya ya agak wagu gmana gtu? Tp kalo udah di puntir gasnya tampangnya jadi menipu! Serius nh! Pernah ngeledekin penunggang macan pake a180 di jalur jonggol bandung! Ni motor awalnya kyk di cemooh! Tp pas tu rider ga bisa ngekor, malah dia jadi emosi! Udah lah mendingan gw minggir pura2 ngejam! Daripada cilaka!

    Like

  48. 119. Onepercent – April 14, 2013
    Tvs tormax di india sana ga di pasarin tuh! Itu varian khusus utk pasar asia tenggara deh! Kayaknya lho!!! Tp nanti tak brosing lagi tentang tormax!
    ====================================================
    bener banget masbro, louncing specialy for indonesia first.
    mesin boleh tiduran masbro soal performa boleh ditest dah ngak kalah sama FU, Vixon, NVL, CB150R, Byson, NMP. makin bangga ane pake tormax…..

    Like

  49. maju terus tvs.ane belum kesampean neh beli rtr kalo ga tormax belum ada rejeki bro.tapi salut buat TVS. ayo yg punya produk tvs kasih testimoninya dong.

    Like

  50. Lho si heri Jodi director toh di tvs …heri ini mantan kacab Honda sales operation cabang Jogjakarta .. Mantap heri ini..Astra mang laku dimana mana

    Like

  51. aku pengguna tvs rtr 160 2011. sebelumnya pake macan ama megi. kalo di bandingin ama mtor dlu,ini yg mesinya paling yahut. dah berkali kali ngledekin motor laki2 laen, mulai dr 150 cc ampe 200 cc, ttp mreka susah untuk ngimbangi. kalo irit memang irt, apalagi di tambah pake broquet itu, dulunya 1 liter bisa 42km skarang bisa ampe 53 km jalan normal. sekarng karbu dh d ganti pke pe 28. rasanya makin mantab. model nya agak gimna,tp g masalah, yang penting enak dipake. oia pernah nabrak ibu2 pake motor bebek bawa kronjot dg kecepan 120an .motor g jatuh, msh bisa di kkendalikan (mungkij karna besinya bberat) trus lari deh karna g jatuh, tp ampe saat ni msh ngrasa berdosa…
    g enanya tvs itu getaranya, aplg d footstep blakang, g nyaman bgt. tp kyaknya yg skrng udh model d gantung,jd kyaknya g terlalu getar.

    Like

  52. mas admin, tolong tanyakan ke pihak TVS dong, kenapa diler di sby kok udah tutup?dan kenapa jaringan 3snya msh sedikit?thx b4

    Like

  53. testimoni ane make rtr 180 begini, torsi imbang dengan scouzie, bobotnya anteb tp ga seberat p180, tankinya ampun banyak banget isinya, akselerasi blm bsa ngash testimoni, kalo ane yg make ga bisa jdi patokan, tb 165 bb 87kg, fe 40~45km/liter, jalur habitat sehari2 pinggiran kota jakarta arah jonggol dan skitarnya! Testimoni smpe saat ini, edhan ni motor tampang menipu! Akselerasi ganas!

    Like

  54. Perbanyak dealer donk
    Masa’ baru 1-2 thn sudah tutup.
    Bikin promo ‘dari rt ke rt’ seperti y**ha di surabaya
    Lha wong di kota besar aja gaungnya nggax kedengaran apalagi di daerah

    Tapi jujur saya akui performanya dan tekhnologinya tidak kalah dengan jepun, bahkan untuk kelas yang sama bisa dikatakan ‘di atas rata-rata’

    Saya punya 2 ekor
    Josssss gandosssss

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s