Akankah Yamaha mengikuti jejak Bajaj?..

Eiitt jangan bingung dulu brosis. Yang kita bicarakan bukan masalah spek engine ataupun desain sikuda besi. Melainkan lebih kepada strategi pemasaran…manuver sudah dilakukan terhadap varian skutik Mio series yang jalan beriringan. Namun varian sport? Baru Bajaj yang telah melakukannya….

Nick name sikuda besi sama-sama Pulsar. Tapi secara kasat mata banyak perbedaan disana. Mulai dari rupa hingga teknologi…Pulsar200NS merupakan pengembangan signifikan seri DTS-I. Pintarnya…mereka jeli melihat karakter pasar dimana taste atau selera per-individu bisa saja berbeda. So ketimbang gambling menyuntik mati produk lawas yang telah terbukti diterima konsumen, maka pengumuman menduetkan keduanya diputuskan….

Strategi ini bukan hal baru. Tercatat Mio dan Vario series sudah lebih dahulu menghiasi peta persaingan market skutik tanah air. Mulai dari Mio sporty dikawinkan dengan Mio-J serta Vario CW diduetkan dengan Vario Techno. Namun, untuk motorsport….sejauh ini belum satu pabrikanpun mengeluarkan jurus serupa. Vixion mempunyai kode nama sendiri…begitu pula Byson. Tidak beda dengan Honda yang hanya mengandalkan NMP dengan menyuntik mati old Megy. Lho…kenapa kita tiba-tiba membahas tentang ini??

Sebab wacana yang masuk kewarung IWB mengatakan demikian. Ada sosok baru sebagai jelmaan dari Vixion. Lebih advance, gambot serta pengembangan gen lawas (disinyalir spyshoot yang bertebaran). Artinya…dengan brojolnya gacoan baru, varian lama tetap dipertahankan sebagai tandem layaknya manuver Bajaj pada Pulsar series mereka. Akankah Yamaha mengikuti jejak Bajaj Auto? Kita tunggu saja. Toh semua masih isu. Last…bagaimana jika wacana tersebut benar-benar dilakukan YIMM? Monggo berikan opininya….(Iwb)

Advertisements

50 thoughts on “Akankah Yamaha mengikuti jejak Bajaj?..

  1. byson utk muscle bike, vixion gen lawas dgn sedikit facelift utk kategori light sport, next vixion utk naked advanced bike, dgn kesan futuristik wkwkwk

    Like

  2. emh,masuk akal den.secara yang lama aja maseh laku,eman eman kalo di suntik mati,tapi takut juga sama sepak terjang nonda dengan isu pagertralis,kalo ga cari tandem ya bisa saja tahta sport pindah tangan

    Like

  3. Akankah Yamaha mengikuti jejak Bajaj Auto? Kita tunggu saja. Toh semua masih isu. Last…bagaimana jika wacana tersebut benar-benar dilakukan YIMM? Monggo berikan opininya….(Iwb)
    ================================

    sebenarnya ane pribadi thdp wacana ini agak kurang setuju mz iwb… ada poin2 tentu dgn hal tsb…
    1. insinyur desain kurang tertantang…
    2. rasa2nya berkaca dgn mayoritas pada R2 atau R4…ketika lahir prodak baru mk discontinu pd yg sebelumnya…mereka produsen bisa fokus thdp prodak terbarunya dlm hal S3..dsb…..
    3. suatu hukum alam apabila sesuatu sejarah terjadi dlm jamannya masing masing… ane rasa selama msh berputar bumi ini maka hasil karya manusia akan selalu lahir dgn ide pemikirannya yg baru…… hehehe……lanjutkan…

    Like

  4. Berat nih….yamaha hanya bisa gambling…krn harganya wkt release overprice…klo teralis dengan dohc lebih valuable…siap2 kejadian kayak mio j-soul gt digilas vario 125…mio sporty dibabat beat….wkwkwkwk

    Ingat…suplier komponen motor skrg sangat dekat dengan ahm

    Like

  5. Strategi spt itu hanya bisa dilakukan oleh pabrikan besar, krn dengan demikian butuh dukungan finansial cukup banyak, pdhal di sisi lain pabrikan tersebut harus menyempurnakan 3 S untuk berbagai macam varian. Jika tdk maka konsumen lah yg dirugikan, kasihan kan konsumen yg sudah menebus varian pertamanya krn pabrikan harus konsentrasi pd varian terbaru.

    Benar suatu produk akan merajai pd jamannya, tetapi jika produk tersebut sangat melekat di masyarakat, biarpun tua tetap jadi primadona. Tidak ada salahnya toh mempertahankan generasi old, alih-alih ini sebagai bukti pehghargaan bagi konsumen terdahulu yg secara tidak langsung telah ikut meramaikan pasar….

    Like

  6. jika memang begitu, akan disimpan di harga berapa?
    – jika harga beda tipis dengan vixi old, konsumen akan ninggalin old one karena fitur menang new one
    – jika harga jauh lebih mahal dari old one, ya paling yang laku tetep old vixie. mungkin hanya untuk menjadi second striker aja.
    atau ada pendapat lainnya?

    Like

  7. lebih baik kayak gitu sih sebab kalo langsung disuntik mati seperti kasus vario techno 110 yg discontinue karena munculnya new vario 125
    konsumen yang baru meminang motor tersebut pasti bakal kecewa apalagi harganya tidak terpaut terlalu jauh dari harga motornya
    ada baiknya YIMM memberi opsi new vixion dan vixion lama tapi refresh striping kepada konsumen agar orang yang baru meminang vixion lama tidak kecewa dengan kehadiran vixion baru

    Like

  8. ane rasa selagi kedua jenis motor yang ditandemkan menggunakan mesin dan elektronik yang sama bukan masalah tentang 3S nya. dukungan 3 S bisa dilakukan bersamaan terkecuali motor tandemnya mengunakan basis mesin dan elektronik yang berbeda itu baru menimbulkan masalah di 3 Snya. yang jadi permasalahan pabrikan harus menambah line produksinya inilah yang memakan dana besar. klo mau irit ya mesti ada produk yang dimatikan sehingga line produksi tidak perlu ditambah.

    Like

  9. jaman sekarang kudu main ikut – ikutan ya..
    mana yang unggul diikutin biar kecipratan suksesnya!!!
    hahahaha…
    gitu kali yaa..
    mangkanya semua main contek tapi ga full!!!

    Like

  10. Untuk maju, perlu jurus ‘shortcut’ yang penting ada inovasi tambahan yang lebih cool, koyo’ tho : hp china ada tvnya, ada triple simcardnya dll. ya gak 😆

    Like

  11. itu lebih baik….Cuma fasilitas produksi Yamaha,mampu gak…?? Kewalahan maksudnya.. Coz kalo fasilitas produksi Yamaha imbang sama Honda…Kayaknya Mio gk bakalan terkejar Matik Honda deh…Begitupun Byson…Harusnya Byson udah unggul dari jauh hari..(baru skrg produksinya ditingkatkan kan)…gedein lagi fasilitas produksinya…xexexe….

    Like

  12. Selagi versi lamanya masih laku dan banyak peminatnya kenapa tidak dipertahankan saja. Namun sebaliknya,kalo konsumen sudah melirik produk baru dan meminta refreshment,sebaiknya diambil langkah selanjutnya,fokus pada produk baru.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s