Pertamina disinyalir akan menjual bensin oktan 90. Setuju nggak brosis??…

Bro sekalian…perbedaan yang cukup signifikan antara harga bensin oktan 88 serta 92 membuat  Pertamina putar otak. Makin besarnya beban subsidi yang ditanggung negara plus anjloknya permintaan Pertamax pasca mereka membanderol 10,200/liter adalah salah satu alasan diantara banyak alasan lain yang memaksa wacana tersebut lahir….

Menurut infonya, Pertamina bakal menamakan bensin oktan 90 dengan nama Premix. Yup…sebuah nama yang sudah lama kita kenal sebab Premix adalah bensin yang menemani Premium pada era 1990an sebelum digantikan dengan Pertamax serta Pertamaxplus. Langkah ini IWB pikir cukup brilian sebab sudah rahasia umum banyak motor-motor tua yang  akan terasa mubazir jika kudu menenggak oktan 92. Sedangkan jumlah kuda besi tersebut jumlahnya bisa mencapai jutaan unit diseluruh tanah air. So jangan heran kalau para biker merasa berat jika kudu memaksakan diri merogoh kocok lebih dalam untuk bahan bakar siklasik….

Btw, premix sendiri adalah hasil oplosan antara Pertamax serta Premium. Dan…infonya,  banderol bisa berkisar 7,250 rupiah. Hhhmm…masih tinggi juga yah. Tapi…tetap patut diapresiasi serta didukung wacana ini. Sayang….kemungkinan  lahirnya Premix ditahun 2012 cukup tipis akibat butuh ketersediaan infrastruktur kilang minyak. Selain itu statusnya yang nyomot Premium sebagai bahan oplosan menjadikan kendala yang kudu diselesaikan lewat payung hukum. Lawong produk subsidi je…ora iso main-main. Last…. bagaimana jika niat Pertamina menjual bensin oktan 90 terlaksana??. Setuju nggak brosis??…(iwb)

Noted : Image Solopos

Advertisements

95 thoughts on “Pertamina disinyalir akan menjual bensin oktan 90. Setuju nggak brosis??…

  1. Fluktuatif ga harganya? Kalo stabil si setuju aja. Tp kalo cuma akal2n untuk mengurangi tanggungjwb negara koq berat juga..

    Like

  2. Solusi samPah bro, bbm oktan 90? Buat kendaraan apa? Orang motor sekarang yang hi tech itu makanya oktan 92, mau 90 jga sama aja knocking, mending isi premium kalo sama sama knocking, kecuali kalo premium di ganti premix itu wajar. Bukan solusi sampah, dengan harga pasti 7000 wajar lah, uda saatnya motor ga di sakitin, tapi buat mobil, motor high tech? Buat kelas premi? Minumnya ya minimal angka 92 gada toleransi 90 atau berapa lah

    Like

  3. Antara pertamax bwt motor kompresi tinggi tarikan enteng…….
    Premium murah mesin cpt sempal….
    Apa premix bensin oplosan????

    Galau meneh….. 😦

    Like

  4. setuju pake oktan 90 tp yg 88 dihapus aja, dan harganya ikut subsidi tp dinaikan jd 6 rb/l. Dan pertamax dihapus aj krn kemahalan

    Like

  5. @ 15. aditninjamaniac
    He eh…terasa emang kang (mumet.com)
    @ 16. ax125
    Teorinya begitu mzbro. Cuma kalau oplosan dari pabrikan langsung saya pikir beda dengan ngoplos sendiri. Mereka kan melalui proses dalam kilang minyak khusus. Jadi tidak usah kuatir….

    Like

  6. Pertamax 92 dan Pertamax plus 95 udah cukup, mendingan hapus premium 88, biar pemerintah ngga bokis bilang nombok terus buat subsidi premium.
    Dijamin rakyat jelata makin melarat hidup dinegara yang kaya raya SDA nya ini.

    Like

  7. Pertamax 92 dan Pertamax plus 95 udah cukup, mendingan hapus premium 88, biar pemerintah ngga bokis bilang nombok terus buat subsidi premium.
    Dijamin rakyat jelata makin melarat hidup dinegara yang kaya raya SDA nya ini

    Like

  8. setuju untuk mengurangi subsidi biar dialihkan yg lbh berguna, Mas apa klo ada premix terus premium masih ada atau benar2 premium dihilangkan…

    Like

  9. mboyah’o,,,sak karepe pemerintah kono,,,masyarakat cilik emg isone di tindas,,,,kabeh kebijakan ora ono sing mihak rakyat,,enek’e nyengsarakne rakyat,,,sing kere tambah kere sing sugih soyo sugih,,,

    Like

  10. saya setuju kalau…. pertamina mau melakukan transparasi terhadap keuangan mereka kepada rakyat! jadi rakyat tau duit milyaran rupiah setiap hari itu bener2 di pakai buat hal yang semestinya, atau malah takut karena duitnya banyak masuk ke kantong pejabat?

    Like

  11. kalo emang mau bikin premix, mending premium dhapus aja lah.. toh kalo dihapus, semua pasti larinya ke premix, kalo nggak dihapus, yang beli kayaknya sedikit deh.. kan motor2 skarang sudah teknologi tinggi..

    Like

  12. Perbaiki distribusi dulu, tuh didaerah premium masih susah mahal lagi. Bersyukurlah org jabotabek punya pom bensin melimpah.

    Like

  13. nah terjadilah keinginan orang asing, pengguna pertamax pindahnya ke premium dan SPBU-spbu asing… Kapitalisme(neolib) adalah (sejatinnya) monopoli terselubung…

    Like

  14. nampaknya malah akan menimbulkan masalah baru,
    Pasti butuh biaya lagi kalo dengan solusi ini

    Masi setuju dengan menaikan harga Premium aja dah,,
    Atau segera realisasiin BBG,,yang katanya lebi murah dan bagus dari BBM,, kalo emang terbukti ga usa disuruh juga pada bakal make

    Like

  15. Rei
    MAHAL,klo harga segitu di MALAYSIA aja bensin Ron 95
    Rp.5.750/LITER
    ================

    Walaa, Malaysia lebi kaya dari kita Bung,, inget juga, biaya subsidi Pemerintah sono ga sebesar sini,
    Kalo bandingin yang realistis napa?
    Liat dulu jumlah penduduk en kendaraan bermotornya,,
    Petronas juga lebi mapan dari Pertamina, uda efisien produksinya,

    Like

  16. mending premium dihilangkan aja deh, cukup pertamax dan pertamax plus, kalo premium masih ada ya susah, mayoritas pasti pada tetep pake premium lah

    Like

  17. Solusi asbun tu….. Berapa banyak truk, pompa, tangki yg harus disediakan… Belum lagi ditingkatan produksix…. Emang spbu akan gampang aja menambah pompa…. Emang yg harusx mampu beli nonsubsidi akan berbondong2 pake premix… La masih mahal juga…..
    Kalo mo gampang buat UU pelarangan premium untuk mobil2 yg mampu beli pertamax. Caranya gag usah pake chip, corong aneh atau macem2, cukup beri tanda yg beda pada plat nomor mobil tsb, misal beda warna ato nambah huruf warna mencolok dll… nah untuk mobil karena tidak smua yg punya mobil “orang berlebihan”… Buat badan idependen yg akan menentukan mobil tu berhak apa gag, cukup dengan skor saja kriteriax, kriteriax misalx harga, cc, kegunaan, tahun, mobil ke berapa, dll… Pasti masih ada penyimpangan, tetapi masyarakat bisa ikut mengawasi kalo aturan jelas dan penampakan plat nyata…IMHO

    Like

  18. kutipan dari kwik kian gie

    Sejak lama para pemimpin dan cendekiawan Indonesia berhasil di-“brainwash” dengan sebuah doktrin yang mengatakan : “Semua minyak mentah yang dibutuhkan oleh penduduk Indonesia harus dinilai dengan harga internasional, walaupun kita mempunyai minyak mentah sendiri.” Dengan kata lain, bangsa Indonesia yang mempunyai minyak harus membayar minyak ini dengan harga internasional.

    Like

  19. sebenere setuju aja…tapi kalo akal2 an pemerintah lagi gimana…misal premix brojol….eh si premium malah diskontinu…ato di buat langka di pasaran…kan jadi repot orang2 yg belum mampu nantinya…

    Like

  20. puyeeeeng….biarlah…APBN kita habis ntuk BBM yg mayoritas pengguna/pemilik mobil dan motor..
    12 taun lg insyaallloh habis cadangan minyak kita..
    bersiap siaplah anak cucu kita tdk kebagian bbm SUBSIDI……

    Like

  21. pertamina mbok ya bikin bengsin nyang angka oktan-nya ngikut standar internasional ngapa..?? koq ini bikin2 RON sendiri.. Premix RON90..

    mending apus aja premium-nya sekalian.. ganti ama bengsin biru nyang oktannya dibawah 88…

    jadi bengsin buatan pertamina nyang ada adalah bengsin biru oktan dibawah 88, pertamax92 ama pertamaxplus

    kalo emang ngakunya rakyat “kismin” gak kuat ama harga baru premium (non subsidi).. ya beli lah bengsin biru.. murah meriah… dulu ane pernah pake buat Vespa ane ASYIIKKKK…!!!

    kalo kayak begini dijamin grombolan driver alphard en the konco’s, gak bakalan berani ngikut2 ngantri.. 😀 😀 😀

    kantong APBN aman, rakyat jelata senang en kaum borjois bakal teruji eksistensinya.. 😀 😀 😀

    CIAOO…!!!

    Like

  22. pemerintah yang salah kelola, rakyat yg jadi tumbal.
    Harusnya pemerintah tidak hanya mencari solusi jangka pendek, tapi juga solusi jangka panjangnya.
    Ingat konversi mitan ke gas.
    Kemana duit yg seharusnya digunakan utk subsidi mitan?
    Berapa nyawa korban bom 3kg?
    Apakah besarnya angka subsidi mampu mengembalikan nyawa korban bom 3kg?

    Like

  23. hmmm oktan 90 ya. klo aq sih oke2 saja asal harganya masuk akal, jelas dan terjamin ketersediannya. jangan cuma beberapa SPBU yang dikasih.

    Like

  24. Dan celakanya lagi rakyat Indonesia yg jumlahnya besar ini, bisanya cama mengeluh, menyalahkan pemerintah, ujungnya tidak ada solusi, tidak ada kreatifitas,akhirnya demo, bakar-bakar ban, anarkisme…….ya itu prestasi bangsa ini

    Like

  25. HAPUS PREMIUM DULU, BARU DIGANTIKAN PREMIX DENGAN OKTAN 90..!!!

    Namun dengan subsidi setengah dari subsidi premium,dan setengah subsidi lagi dari premium disebar ke sektor Pangan dan Pertanian..

    JANGAN PERNAH MENJUDGE DIRI SENDIRI MISKIN KALAU MASIH MAMPU BELI KENDARAAN…!!!

    Like

  26. wah,it’s a good news for me kayanya kalo bener nih bbm paling cocok buat si supri th 99 punya gua,daripada nenggak premium
    So smoga cepat terealisasi

    Like

  27. pusing saya, ada kabar burung,, burung berkata: harga produksi premium tuh 500 perak seliter,, & minyak iraq 1 dolar perbarel,, x aja kuda laut beli dari irak jg,, kan prinsip ekonomi,, bli murh jual semahal mungkin

    Like

  28. daripada dicampur sama pertamina mending campur sendiri bro, beli aja premium+pertamax plus, hahahahhaha. fu ane tetep mantep

    Like

  29. Pertamax dan premium jika dioplos secara teori tidak dapat menyatu secara homogen, karena mereka berdua mempunyai unsur carbon dan hidrokarbon yang berbeda. Kecuali emang dari pertamina membuat suatu treatment baru yang membuat premix dari proses destilasi minyak bumi langsung. Pada ruang bakar, tetap saja unsur premium akan terbakar lebih dahulu dari pada pertamax jika menggunakan mesin kompresi tinggi.

    Like

  30. setuju.. asal hargany dikurangin bro..
    kira2 pertengahan harga dari keduany
    premium 4500 trus pertamax 8.500
    nah.. premix hargany 6.000 or 6.500

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s