Test akurasi speedometer TVS Apache RTR 160 vs. Runtastic GPS….

Sesuai permintaan mzbro sekalian agar dilakukan pengetesan akurasi speedometer TVS Apache RTR 160…..maka IWB coba realisasikan lewat artikel ini. Dan untuk membuat supaya hasil bisa dibandingkan dengan produk lainnya, IWB memutuskan tetap menggunakan aplikasi Runtastic yang diintegrasikan dengan GPS BB. Pola pengetesan tidak berbeda….yakni digeber pada speed yang sudah ditentukan. Seberapa besar ketimpangannya??…monggo diintip….

Untuk memperlancar pengetesan….IWb sengaja mencari suasana sepi tengah malam. Setelah dirasa memenuhi syarat kondisi….siApache diajak lari konstan pada kecepatan 60km/jam. Tidak lupa…start dan recording GPS ON. Jarak tempuh 1,8km IWB rasa cukup untuk mendapatkan data speed. Menepi ditempat aman…merogoh saku, ngintip GPS….hasilnya tertera angka 57.9km/jam atau bisa kita sebut 58km/jam. Hhhmm….not bad. Ketimpangan lumayan tipis. Oke, test kita lanjutkan…….

Running kedua….motor digeber pada kecepatan 80km/jam. Berusaha menjaga ritme untuk tetap konstan diangka yang disebutkan. Jarak 3 km sukses IWB libas dengan smooth….berhenti dipinggir jalan, merogoh BB…hasilnya?? Runtastic menunjuk angka 73.3km/jam. Yup…..penyimpangan makin jauh tapi masih dalam batas toleransi. Segitu saja?? tidak mzbro. Guna memantapkan hati, test terakhir IWb putuskan untuk menggeber pada kecepatan 100km/jam….

Lengangnya lalu lintas malam hari mendukung besar terlaksananya komparasi. Untung bukan hal yang sulit bagi motor racikan TVS untuk tembus 100km/jam. Recording ON….motor melaju manteng diangka yang disebutkan. Butuh 4km untuk meyakinkan hasil supaya akurat. Dirasa cukup….gas dikurangi, tuas rem dipuntir…dibantu engine brake, motor berhenti dengan sempurna. Hasilnya??….ngintip layar BB terpampang angka 93km/jam. Wooowww….penyimpangan tetap sama seperti ketika lari 80km/jam. Yakni hanya beda 7km/jam dibanding GPS….

Umumnya……penyimpangan speedo versus GPS makin besar pada saat speed maksimal. Namun fakta yang ditunjukkan atas raihan TVS Apache RTR 160 mementahkan teori ini. Salut buat rata-rata motor dari India dimana kalibrasi speedometer bawaan pabrikan tidak terlalu jauh meninggalkan perangkat global positioning system (GPS). Project selanjutnya….adalah eksplorasi top speed. Jika Byson mampu meraih 114km (speedo) atau setara dengan 107km GPS. Gimana dengan TVS Apache RTR 160?? tunggu next artikel mzbro……..(iwb)

Speed 60 km/jam speedo….GPS 57,9 km/jam

Speed 80 km/jam speedo….GPS 73,3 km/jam

Speed 100 km/jam speedo….GPS 93 km/jam

Advertisements

50 thoughts on “Test akurasi speedometer TVS Apache RTR 160 vs. Runtastic GPS….

  1. ga coba gps garmin masbro?

    saya ngetest kecepatan biasanya pake garmin mulai seri 60, seri nuvi, sampai garmin mobileXT. respon lumayan cepat dan akurat.

    Like

  2. nice article.. btw mas iwan ngetest di jalan mana nich?? lengang sekali ya pintar memilih rute bisa 100 km/h dipanteng sejauh 4 km hehe

    selagi panteng 100 nyaman gak getaran motor tsb?? atau sudah bergetar cukup hebat??

    Like

  3. Numpang nanya jg masbro.part apa aja dari mopang/produk global yang bisa diaplikasikan ke sikuda terbang,selain ban tentunya? Semua itu untuk nutupin 3snya yg blm mencakup pelosok pedesaan./tempat ane.itu aja masbro.smg jwbny melegakan.supaya bisa meminang siRTR.tanks….!

    Like

  4. @ 10. Choi Woo Young
    Getaran akan saya bahas dinext artikel mzbro…
    @ 11. Kurnia rizky
    Waduh….belum tahu juga nih. Ada yang bisa bantu??…

    Like

  5. Apa akurat ya, gpsnya hp? Apa nggak lebih bagus jarak jalannya diukur, terus dihitung waktunya? Semua balap resmi masih begitu kayaknya. Setahuku yg akurat hanya utk kepentingan militer, krn mrk yg punya satelitnya, kita kan hanya nunut dgn kepresisian yg dikurangi.

    Like

  6. coba mas Iwan cari lg aplikasi GPS yg isa ngukur kecepatan selain Runtastic di App World trus aplikasikan di BB anda sehingga ada 2 aplikasi yg berbeda jalankan kedua2nya lalu record kec. masing2 aplikasi. Apakah ada perbedaannya atokah sama, matur nuwun……

    Like

  7. dulu sempet pengen beli TVS sebelum meminang AX.., Tapi liat temen saya yang pake Apache, harus nunggu berbulan-bulan untuk ganti suku cadang.., Padahal di TVS Bandung (buah batu).., Kalo dijadikan kendaraan utama, bisa brabe.., Tapi Apache emang manteb!! 😀

    Like

  8. @ 13. Joko
    Memang tidak ada bukti sahih yang bisa dijadikan pegangan..apakah GPS HP seakurat GPS militer. Tapi setidaknya bisa dijadikan pegangan jika kita menggunakan alat yang sama untuk motor yang lain…
    @ 17. kun4m
    Justru kenapa saya tetap kekeh menggunakan aplikasi dan alat yang sama karena ingin menyamakan term dan kondisi terhadap kuda besi yang sudah ditest sebelumnya. Jadi komparasi lebih fair…
    @ 18. Virus
    Boleh tuh bro kalau ada…semoga saja…
    @ 20. wendakalubis
    Waduh kayak dukun aja sampeyan. Tapi artikel tidak akan mengkomparasi secara langsung dengan produk lain. Takut kobongan mzbro :mrgreen:
    @ 24. aanhamzah
    Hhhmm…emang PR kayaknya buat pabrikan India tetang satu ini. Moga bisa dijadikan masukan mzbro….

    Like

  9. SATU YANG SELALU BUAT ANE KEPIKIRAN SOAL KEAKURATAN SPEEDOMETER MOTOR2 INI:
    – APAKAH SEMAKIN BESAR SIMPANGAN PADA SPEEDO JUGA BERPENGARUH PADA SIMPANGAN ODOMETER (JARAK SEBENARNYA???)
    menurut ane sih IYA!, karna selain bacaan speed/ kecepatan menyimpang jauh maka simpangan jarakpun demikian…
    jadi misal antara claim konsumsi bbm pun akan berbeda tiap merk, seperti tiger (dengan simpangan 14%) mengklaim 1:40 akan berbeda dengan scorpio (simpangan 17%) dan pulsar lama (4,4%)
    CMIIW ya…. GIMANA MENURUT KOMENTATOR ATAU BLOGER2??

    Like

  10. Mas Iwb, saran baiknya BB nya jangan dikantongi soalnya badan kita ada medan electromagnetik yang mempengaruhi signal hp. Baiknya ditaruh diluar (distang or deket spido) pengalaman BB or HP taruh disaku nggak dapat signal kecuali daerah deket BTS

    Like

  11. hampir sama dg ninja 250r, utk kec 100 km/jam ane buka rekaman gps (alat, bukan hp) dapet 92 km/jam. Saat dibejek ampe top speed 160 km/jam (jarak 2 km) ternyata dapet 147 km/jam di gps. Kl dibandingkan byson mas iwan jauh ya beda 40 km/jam.
    147 km/jam sepertinya biasa aj tidak kenceng tp motor ninja 150r temen ane yg top speednya 180 km/jam pun bertekuk lutut.

    Like

  12. ga ush ganti alat mas iwan, biar hasilnya sama kaya yg dulu.
    Berarti spedometer paling tidak akurat msh dipegang ninja 150r dg keakuratan 76-77%, yg paling akurat byson ya 93.8%.

    Like

  13. Limiter mesinya kena diangka brapa Mas? ngeceknya biar aman aj di standard tengah posisi Netral lalu gass fulll & kamera standby buat ambil gambar 🙂 Ok Bro…

    Like

  14. sebetulnya sih ngapain kita tanya keakuratan gps. Tapi asal alat ukurnya satu macam dan sama gue rasa sah di umumin jadi kita tahu perbandingan penyimpangan speedo. Kaya dynotest juga begitu. Koreksi Iso sama Sae itu beda hasilnya.

    Like

  15. Pengalaman Touring ke Puncak dari Bandung lewat Cianjur ….. Pas di daerah Cianjur ngebut bareng Kawasaki ZX130 tercatat kecepatan 120km/jam padahal punyaku ( TVS Apache ) cuman 105 km/jam

    Cuman sekedar perbandingan tp yg jelas masih kurang akurat ngga tahu yg bener yg mana……tapi aku masih percaya pakai GPS

    Like

  16. mas bro….gimana kelanjutan komparasi speedo dengan gps, terutama soal pengaruh deviasi pada jarak odometer dengan jarak sebenarnya???
    ini salah satu komen di warung sebelah yang persis pertanyaannya ama gw….

    48. mantyasih – Desember 27, 2011

    gus tri, sedikit masukan, mengingat, speedometer ada deviasi, apakah hal itu tidak berpengaruh juga di odometer? sehingga, kilometer ditempuh oleh odo, tdk sesuai dengan kilometer actual, yg dikarenakan deviasi speedo…

    sbg gambaran,

    motor A: untuk yg deviasi speedo mencapai hingga 15%, maka jarak 60 km by odometer hanya akan menjadi 52-an km. jika konsumsi bbm mencapai 1,5 liter, brarti actual konsumsi adalah sekitar 1:34,78

    motor B: jika deciasi speedo hanya 5%, jarak 60 km odo bs jadi adalah sktr 57 km. jika konsumsi bbm mencapai 1,6 liter, maka actual konsumsi menjadi sktr 1:35,71

    dgn cara sekarang, terlihat motor B lbh boros (butuh 1,6liter utk jarak sama 60 km by odo), padahal actual lbh irit.

    ayoo di bahas bikin artikel nyaaaa

    Like

  17. ayo dunk tvs berbenah diri kalau ingin bangkit ya bangkit sekalian , ini kok layanan service dan bengkel seperti orang yang mati suri saja…..hei dimana para marketingmu percuma sudah membuat pabrik diindonesia tapi kok masih kalah dengan 3s nya merek-merek motor jepang…..ayo rebutlah hati konsumen diindonesia tvs, maju terussssssssssssss

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s