Lebih dekat dengan TVS Apache RTR 160….

Tak kenal maka tak sayang….peribahasa tersebut memang ada benarnya. Sebab setelah mengelus, meraba, merasakan, menjelajahi…..mata makin melek serta sadar. Yang dulunya meremehkan…opini jadi berubah makin respect. Nah…hal ini terjadi pada IWB pada sikuda putih Apache. Seperti apa??…

Secara desain….motor  ada kemiripan dengan gen Bajaj Pulsar series. Terutama tudung lampu. Namun kalau kita pelototin lebih teliti akan banyak perbedaan diantara keduanya khususnya sisi finishing….TVS lebih rapi. Bahkan bisa IWB katakan tidak jauh dari pabrikan Jepang. Sambungan sasis, cat, serta pernik-pernik yang nempel ditubuh Apache…level kehalusan hanya satu tingkat dibawah racikan negara Nipon. Oke…yuk kita coba intip satu persatu….

Pelk….Apache RTR 160 menggunakan pelk merk TVS….hhmm racikan sendiri mzbro. Begitu pula karet bundar……seirama dengan castwheel.  Rem depan dibekali piringan cakram berukuran 270mm (2 pot desain kembang) sedang belakang 200mm (1 piston). Kepakeman?? yahud bro. Karakter rem depan empuk. Sayang…entah kenapa untuk belakang IWB merasakan kurang menggigit. Melirik kegarpu…suspensi teleskopik 105mm dikombinasikan dengan dua shock jenis Monotube Inverted Gas filled shox (MIG) with spring aid terbukti mumpuni melibas jalanan bergelombang. Mau polisi tidur gedenya segaban…suspensi mampu meredam dengan sempurna. Dan yang terpenting adalah kehandalan mendapatkan beban berlebih. Apache menunjukkan kelasnya ketika dibuat boncengan, handling tetap prima tanpa ada gejala ngedrop….

Speedometer dibekali engine dan aki checking. Beberapa saat akan menyala jika kontak dihidupkan….yang akan mati kembali tanda semua baik-baik saja. Layar LCD digital lumayan lebar…jelas terlihat walau siang dan malam hari. Disana terpampang indikator bar bensin, kecepatan, jam, dan trip meter atau odometer. Yang IWB sukai adalah jarum RPM kala dilihat pada gelapnya malam. Keren mzbro…merah menyala layaknya cahaya speedo iluminasi mobil. Melirik kestang…yup, stang jepit khas racing. Beda dengan Pulsar series…clip stang Apache terdapat lubang  sehingga memudahkan bagi biker yang demen nurunin shockbraker….

Sasis TVS Apache menganut Double Cradle Synchrostiff. Karena itu mzbro bisa lihat ada stabilizer menyilang diantara frame depan (atas dan bawah). Efeknya…handling motor akan lebih stabil akibat kekakuan sasis yang dimiliki. Dan…IWB membuktikan ketika Apache digeber dikecepatan tinggi, reaksi handling nyaris sempurna…antep…dan anteng. Jujur….IWB seperti dipaksa mengingat sensasi Ninja 150L/M). Sayang kehandalan melibas jalanan lurus sedikit dinodai oleh ukuran ban yang terbilang standart. Alhasil….motor bertenaga 15,7BHP ini rada protes kala dipakai rebah ekstrim. Tapi bukan berarti inferior mzbro, namun lebih kepada sisi grip akibat karet bundar yang dipasang pada pelk. Oke…ekplorasi kita lanjutkan kebagian tanki….

Kapasitas kaleng penyimpan bensin Apache terbesar dikelasnya…yakni 16liter. Sekali isi…disinyalir sampeyan bakal lupa balik lagi kepom bensin. Kemudian desain…..TVS berusaha memunculkan kesan sporty. Shroud kiri-kanan serta pemilihan tutup bensin layaknya motorsport tulen. Model rata….open and release (seperti sistem Honda CBR150R). Piye dengan materialnya??…khas India. Tebal dan kokoh!!. Dari hanya sekedar ngetuk pakai tangan…sudah bisa disimpulkan bahwa ketebalan diatas rata-rata motor Jepang yang ada ditanah air. Lanjut kebagian lain….mekanisme pedal gear menganut sistem ungkit yakni 1-N-2-3-4-5. Pola pengoperan khas motorsport tulen. Nah….yang bikin kaget adalah perpindahan transmisi…empuk kenyus-kenyus :mrgreen: . IWB tidak tahu…oli apa yang dimasukkan mekanik TVS pada sijaran wesi 160cc ini. Namun yang pasti penyakit motor India susah netral tidak IWB temui diApache. Bahkan bebek Tormax 150 jauh lebih susah dinetralin. Sekali lagi….untuk urusan shifting, maaf IWB harus berikan nilai diatas rata-rata motorsport yang ada ditanah air…sekali sentuh, klik…jalan….

Apache dibekali lampu fitting merk Osram plus halogen 35W….terang dan fokus. Urusan sinar menyinar….cukup memuaskan. Hanya satu yang kurang yakni sistem kelistrikan yang masih menganut AC. Jadi daya pancar lampu tergantung dari putaran engine. Untungnya…ketika idle, kekuatan sorot cukup baik tidak redup.  Kemudian ergonomi riding….hhmm rada nunduk layaknya pure motorsport. IWb yang biasa nunggang kebo awalnya kurang merasa nyaman. Tapi setelah memakai beberapa jam…jebule nikmat juga. Tinggal geser kaki agak kebelakang…maka pengendalian pada kondisi melaju makin maksimal. Oh iya…untuk seat heigh, secara feeling nyaris sama dengan sikebo. Kaki menapak dengan rileks ketanah. Yang pasti….jauh lebih bersahabat dibanding Pulsar series….

Yup…itulah sekilas impressi yang bisa IWB jabarkan. Dari sekian banyak sisi positif yang IWB tangkap…..ada beberapa hal yang sedikit mengurangi  penilaian dan semoga mampu menjadi masukan buat TVS. Contohnya adalah kekuatan foot step boncenger yang sudah slek tidak mampu berdiri sempurna padahal motor baru berumur 5 bulan. Kemudian vibrasi engine….lumayan terasa dibagian stang (hanya dibeberapa RPM – akan IWB buat diartikel terpisah). Masukan lainnya adalah…aki yang masih menggunakan cairan. Dari pengalaman IWB…..aki liquid cukup merepotkan khususnya dalam hal maintenance. Selebihnya….IWB kasih jempol buat siTVS Apache apalagi kalau sudah ngomongin perkara power. Seperti apa?? tunggu next artikel mzbro…!! (iwb)

Spesifikasi TVS Apache RTR 160

Jenis mesin 4 tak
Kapasitas mesin 159,7 cc
Jumlah silinder 1
Torsi maksimum & RPM 13,1 Nm @6500 rpm
Daya maksimum & RPM 11,55 KW (15,7 bhp) / 8.500 rpm
Bore x Stroke 62 mm x 52,9 mm
Perbandingan kompresi 9,5 : 1
Sistem Bahan Bakar Karburator
Valve train 2 Valves, single cam
Perbandingan daya dan berat 112,94 bhp / ton
Starting Electric & Kick Start
Kecepatan idle 1.400 rpm
Jenis pengapian IDI
Accu 12v, 9 Ah (ES)
Alternator AC Generator
Busi MICO BOSH – TWIN ELECTRODE
Lampu depan 35/35W Halogen HS1 – Lensa jernih dengan MFR
Lampu belakang 0,5 W LED-Twin Triangle dengan lensa prisma
Lampu rem 3,5 W
Lampu belok 10 W
Sekring 10 A
Kapasitas maksimal tangki bahan bakar 16 lit
Tangki bahan bakar cadangan 2,5 lit
Bahan bakar candangan yang dapat digunakan 1,7 lit
Panjang keseluruhan 1.960 mm
Lebar keseluruhan 730 mm
Tinggi keseluruhan 1.105 mm
Jarak antara as roda 1.300 mm
Jarak mesin ke tanah 180 mm
Radius perputaran kemudi 2.010 mm
Advertisements

77 thoughts on “Lebih dekat dengan TVS Apache RTR 160….

  1. Pulsar & Apache sama2 motor dari India ketumbar kemiri jahe, motor yang kembar bak pinang di belah menjadi 2 cuma beda bapak xixixixi… tapi sayang Apache kalah dari segi design, mangkanya jarang yang punya alias jarang liat wara wiri di jalan, kalo Pulsar sudah wara wiri di jalan, produk India yang bikin pembeli mikir 2X itu 3S nya itu loh susah trus part nya kebanyakan inden otomatis cari ke tetangga sebelah itu yang bikin org mikir 2X

    Like

  2. ijin saran,
    kalau seseorang bilang bagus, belum tentu yang lain bilang hal yang sama.
    tapi kalau perbandingan, orang lebih setuju, misal si A lebih tinggi dari si B..
    intinya, bandingin ama byson dong bro,
    tarikannya seberapa jika dibanding dengan byson,
    rebahannya,
    getarannya,
    dan seterusnya dan seterusnya

    Like

  3. saya inget waktu itu apache lama ngos2san di track lurus melawan MX saya mas iwb, apakah apache yg ini sudah ganti mesin ?
    terus bagai mana dengan ketahanan mesin? berani di adu dengan motor jepang ? saya takut motor murah ya murahan, heee maaf. toh bajaj aja kenceng tuh tp berapa lama motor bisa di bawa kenceng ? 6 bulan ? 1 thn ? 2 thn ? memang semua tergantung pemakaian, tapi yang pasti kualitas ketahanan mesin khusus nya saya masih ragu, maaf ya hanya sekedar keraguan semata……

    salam bikers…

    Like

  4. @ 8. Shelby SuperCars Tuatara
    ABS…hhmm mantep juga tuh bro. Kit alihat tahun depan….
    @ 11. Mora H. Ritonga
    Opini memang pribadi mzbro, tapi tentu secara general berdasarkan pengalaman sebagai biker yang sudah mencicipi berbagai merk motor. Kalau dibandingkan dengan produk yang lain….Berarti artikel harus berjudul komparasi Apache VS Byson. Boleh tuh sarannya…(tapi apa nggak jomplang mzbro? :mrgreen: )
    @ 12. diharjo
    Huzzzz…vibrator opo iku mz 😆
    @ 14. cetarceter
    Bener bro…emang ngacir
    @ Satria
    Merek ban TVS…
    @ Imam
    Yup…keraguan adalah hal yang manusiawi. Namun kalau kita intip berbagai forum India sepertinya tidak ada masalah dengan durability TVS. Sebenarnya Kunci lifetime sebuah engine adalah part atau suku cadang yang mencakup 3S. Nah…ini yang masih menjadi PR untuk pabrikan India disini. Memang tidak instan mzbro, sebab prosesnya lumayan panjang. Pabrikan Jepang saja butuh nyaris lebih dari 30 tahun untuk membangun semuanya. Berharap kekuatan mereka menyamai kemampuan Jepang dalam hal 3S masa sekarang?? jenenge lek sulap to bro :mrgreen:
    * Kalah sama MX?? Wiihhh….menarik nih. Jokinya gmn mzbro?? Ntar deh review tentang power saya buat terpisah. Masih digodok mzbro….

    Like

  5. keren …
    keknya setuju ma yg lain,
    kekhawatiran konsumen hanya di support 3s nya.
    Kalo model, fitur dan tenaga woke .. lagi2 mindset 🙂

    Like

  6. 3 tahun yg lalu hampir meminang Apache, tapi akhirnya beralih ke saudara-nya Pulsar, dari segi durability motor india ga kalah koq ama pabrikan jepang, memang masalah mendasar hanya di 3S-nya….

    Like

  7. 3S mending mana yaa… Ada berita TVS ada persoalan 3S juga a…???
    Soalnya beda ama Bajaj ne TVS kan berani buka pabrik di Indonesia … apa sama kasusnya kek Bajaj atau cuma kena imbas berita negatif soal BAI aja…

    ADa yg teu ga..??

    Like

  8. secara model menurut ane cukup keren dan finishingnya memang lebih baik dari pada bajaj.
    katanya memang mesinnya geter karena gak ada balancer .
    kalau kenceng kayaknya apache akselerasinya gak bisa dipandang remeh.

    dilernya banyak yang tutup , gimana nasib yang udah beli yak?

    pulsar aja yang diluar jabotabek masih susah apalagi ini ?

    keep brotherhood,

    salam,

    Like

  9. ane dr dulu emang udah ngiler sm TVS

    bahkan pada saat event PRJ (pekan raya jakarta) 4 tahun lalu

    ane sempat kesengsem dengan produk TVS NEO

    desain oke,body kokoh,finishing rapih.tidak diragukan lagi TVS bisa bersaing dengan pabrikan Jepang

    tetapi ketika ane tanyakan perihal 3S(Sales,Service,Sparepart)
    jawaban yg ane terima cukup mengecewakan,dan cukup membuat ane membatalkan niat ane untuk meminang TVS NEO saat itu.
    ketika ane tanyakan klo mau servis motor(servis resmi)TVS ada dimana?.sales TVS menjawab bapak bisa service di bengkel rekanan (bengkel bukan resmi TVS tapi bisa diservis disana)
    Wow.jawaban yg sungguh mengejutkan dan membuat ragu

    soalnya ane sudah banyak kecewa dengan pelayanan bengkel nonresmi dan bengkel pinggiran jalan yg cuman bisa asal bongkar pasang

    bengkel resmi saja masih banyak yg kurang bagus;apalagi bengkel rekanan

    Like

  10. TVS Apache khususnya dan TVS motor umum produknya tidak main-main mereka memang niat jualan di indonesia tidak hanya coba-coba seperti Bajaj dengan alasan blm memenuhi target penjualan akhirnya tidak jadi membangun pabrikan di indonesia so kita make produknya mereka kita juga harus ada keuntungan dari pajal tenaga kerja nah saya bangga dengan TVS berani invest ke Indonesia so BRavaoo..

    Like

  11. pernah baca di kaskus. katanya pernah ada demo tentang apache ini di dealernya.
    1 unit yg disediakan untuk sample, body motor dipukul dengan bogem, ga ada masalah apa2..
    bahkan ketika dibanting pun ga pecah..
    top deh kalo emang benar kaya gitu..

    Like

  12. hehe,, TVS emang keren om,, sayang variannya ga begitu moncer kayak Pulsar series,, kualitas finishingnya nomer Wahid buat pabrikan lokal Indie,, urusan mesin,, TVS kan joinannya Suzuki di India,, sama kayak Mahindra en Yamaha,,
    ga pernah naek, tapi berhubung ane juga nyemplak mongtor indie, bisa sedikit ngira2 impresinya lah,, anteb,,stabil,,en tiap perpindahan gigi tetep ngisi,, fun to ride lah,,,

    @AHM,, : TVS 180 ABS,, harganya di India aja lebih mahal dari Pulsar 220,, kalo di jokul disini bisa di gulung ama pabrikan laen nyang lagi getol brojolin produk baru dengan strategi perang harga,,

    Like

  13. Design apache lebih proporsional dibanding pulsar, dan desain komponen yang aneh tidak sebanyak di pulsar.
    -stang jepit lebih umum desainnya.
    -behel lebih solid dan besar
    -tangki bensin lebih berkontur lekukannya ( tangkinya juga keren saat di lihat ketika nyemplak)
    -swing arm dan posisi sokbeker lebih enak dilihat
    -striping yang keren dan sporty
    -las lebih rapi dan halus
    -body plastik lebih kokoh dan catnya kinclong.
    Minus Design :
    -desain lampu depan kegedean, mika mirip supra125 awal.
    -lampu rem juga terkesan bebek, mika putih seakan itu lampu sein, padahal itu yang nyala merah.

    Semoga tvs apache di redesain seperti versi modif yang juga pernah di pajang di JMS http://gilamotor.com/wp-content/uploads/2011/06/Apache-StreetFighter-2.JPG

    Like

  14. Sayang banget batok TVS kegedean jd illfill liatnya. TVS kan dah punya pabrik di indonesia, harusnya liat donk selera biker indonesia, jangan design india mentah mentah di telan, akhirnya jd kurang laku juga perbaiki dan perbanyak 3S nya.

    Like

  15. “Kapasitas kaleng penyimpan bensin Apache terbesar dikelasnya…yakni 16liter.”

    Yakin itu “terbesar” bro? Ane pake UG4 pernah isi full (sebelumnya ane kuras abis) dapet 19.46 Ltr

    Like

  16. tvs apache sudah dibekali roller follower (mirip sm rocker arm), tapi kok msh terasa getarannya ya? saran utk tvs:
    -pengapian diubah jd full DC
    -swingarmnya terlalu kecil jd kurang pede mau ambil si apache

    Like

  17. soal footstep boncenger jangankan 5 bulan, dari baru emang udah kayak gitu mas IWB, gak bisa nutup sempurna, karetnya ngganjel. mbuh yg ndesain footstep agak aneh.. -_-‘
    kalo karetnya dilepas baru bisa nutup. bentuknya jadi mirip footstep Vixi.

    Like

  18. mas iwan.. Tolong di explore tentang fast moving part nya bisa subtitusi sama pabrikan jepun ga? Paling ga bisa ke bengkel umum pinggir jalan, Kan repot juga kalo harus ke beres

    Like

  19. Ada part Apache yg bisa substitusi dengan Motor Japan…..
    Misal kampas Kopling = Kampas GL Pro,Kawasaki ZX130, Kawasaki AR125
    Kampas Rem depan = Kampas Supra X atau Shogun 125
    Pelek = Pelek Thunder 125
    Busi = Punya Vixion
    Koil = Punya Thunder 125 ( Koil TCI )
    Kampas rem belakang = Thunder 125 / RX King

    Like

  20. wew, powernya di atas vixi ya mz………….. titipan ane tempo hari belum kejawab, gimana getaran mesinnya diputaran tinggi? disinyalir lebih getar dibandingkan pulsar series……….

    Like

  21. @ 55. DJ Yankuro
    Maksudnya dikelas 160cc mzbro (ngeles.com :mrgreen: )
    @ 57. 45ko
    Oo gitu yah. Wah…perliu diperbaiki berarti…
    @ 58. banc_or
    Sudah dijawab bro Tanto mzbro…
    @ 60. Tanto Apache
    Nais inpoh!! top top top…
    * Waduh…nggak keren lagi. Mantep pastinya xixixixi….
    @ 64. Rendi
    sik bro…sabar. Last artikel tentang top speed serta karakter engine akan kita bahas. Oke…..

    Like

  22. Ane pengguna TVS APACHE RTR DD taon 2009 (beli 2nd 14 November 2011 tadi 😀 )
    Menurut ane sih nih motor udah super gagah,nyang kurang cuma karena batoknya kegedean,ga monoshock+velgnya terlalu cuking buat motor segede ini,klo masalah 3S dkota ane (Banjarmasin) ga usah diragukan,dibandingkan dengan rival senegaranya (Bajaj),soalnya sebelum ane milih nih motor,ane sempet tergiur pulsar,karena cc nya lebih besar dengan harga yg hampir sama,tapi pas ane datengin ke 3S pulsar,eh ternyata yg 180cc kosong,klo mo inden,tp itu jg g tw dtgnya kapan kata salesnya nunggu kiriman dari jkt.
    akhirnya ane liat nih motor,pas mo beli yg baru (kepincut ama yg warna putih juga) eh ada yg jual 2nd dgn kondisi masih 90%,jadilah ane beli TVS APACHE RTR DD RED.
    Nah,yg ane rasain waktu ngendarain nih motor (PP 200km),yg minus cuma getaran di stangnya aja yg ga nahan,yg lainnya sih mangtab.
    Tapi overall,nih motor bisa diandelin buat touring+sehari2 😀

    Like

  23. mw share juga tentang TVS apache rtr yang ane punya tahun 2009.single disk brake….cakram depan pakem,cuman toel aja respon,akselerasi mantap(menurut brosur yang pernah ane punya sih 0-60kph= 4,6dtk) top speed yang prnag di raih 131kph di rpm 10rban…belum ketemu limiter rpm(kalo statis jarum pe mentok di 12rb) handling mantap..

    data tentang TVS yang lain:
    -pin piston sama dengan tiger 15mm
    -boreXstroke= 62X52,8=159 sekian(apalagi bore up pake tiger.hihihi)
    -5 speed
    -roller rocker arm
    -spedonya keren,ada indikator servis dan kond aki+bensin
    -pelek depan 17 inc,belakang 18 inc
    -sok belakang yahud
    -karbu vakum(bisa lebih garang nih kalo di ganti model skep)
    -kopling nyaman
    -gir depan 13mata, belakang 44 mata

    semoga membantu,terima kasih

    Like

  24. @imam — 17

    Hmm menarik juga kalah sama MX. Tapi emang kalo tracknya lurus panjang, agak keteteran ni Apache. Jokinya harus kerja keras.
    Tapi kalo tracknya macam sirkuit balap pasti beda cerita.

    Atau model track-nya di luar kota, selap-selip di antara truk dan bis, dan banyak tanjakan dan turunan. Jalan macam ginian wilayahnya Apache 🙂

    Like

  25. tvs apache spartpatnya sangat mahal dan susah , memang 3snya masih sangat kurang, dan karyawan atau seles – selesnya pemalas dan tidak bertanggung jawab sama konsumen ,pokoknya konsumen selalu dibuat kecewa dan marah saja, tvs sialannnnnnnnnn

    Like

    1. Mas Agung, sudah dapat cakram subtitusi untuk TVS APache? Saya juga butuh subtitusinya. Kalau ada infonya mohon diarahkan ya mas,,, tks

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s