Posisi Hero Motocorps masih tak tergoyahkan…!!!

Luar biasa pencapaian dari Hero Motocorps. Kendati akhir tahun lalu telah efektif berpisah dari Honda namun market share pabrikan yang dimiliki Munjai Family tersebut masih tidak tergoyahkan. Dimuat oleh Bikeadvice, berikut rating posisi masing-masing pabrikan mulai dari yang top  level hingga terendah…..

Data sales berdasarkan data penjualan bulan Oktober 2011. Yang terbaik dipegang Hero Motocorps dengan raihan 513.238 unit atau meningkat 1.25% dibanding tahun sebelumnya diperiode yang sama (505.553 unit).  Diperingkat kedua dihuni Bajaj. Yup…pabrikan yang ditanah air terkenal dengan Pulsar seriesnya berhasil menjual 351.053 unit. Diikuti oleh TVS pada posisi tiga dengan pencapaian 191.822 unit. Berturut-turut 171.181 unit ditempati HMSI (Honda)….47.240 unit Yamaha, 25.439 unit Suzuki, Mahindra paling buncit dengan raihan 17.949 unit….

Dari data diatas, ada satu fakta menarik yang bisa kita perhatikan…bahwa pabrikan Jepang tidak mampu berkutik melawan pabrikan lokal. Bahkan Honda (HMSI) sebagai raja sales duniapun dibikin terlempar dari podium oleh trio India manufacture. Sebuah rasa nasionalisme yang patut diacungin jempol. Last…silahkan intip data penjualan pabrikan India bulan April-Oktober 2011….(iwb)

Advertisements

55 thoughts on “Posisi Hero Motocorps masih tak tergoyahkan…!!!

  1. Kok yakin banget yg beli hero,bajaj, TVS, mahindra semata-mata karena nasionalisme bangsa hindi…. Sudah pernah survai bang iwan…?

    Like

  2. 3. Immortalorochimaru – November 13, 2011
    Kok yakin banget yg beli hero,bajaj, TVS, mahindra semata-mata karena nasionalisme bangsa hindi…. Sudah pernah survai bang iwan…?
    ==================== makanya baca dulu bro..
    Nihh tak copasin biar lebih jelas..

    Data sales berdasarkan data penjualan bulan Oktober 2011. Yang terbaik dipegang Hero Motocorps dengan raihan 513.238 unit atau meningkat 1.25% dibanding tahun sebelumnya diperiode yang sama (505.553 unit). Diperingkat kedua dihuni Bajaj. Yup…pabrikan yang ditanah air terkenal dengan Pulsar seriesnya berhasil menjual 351.053 unit. Diikuti oleh TVS pada posisi tiga dengan pencapaian 191.822 unit. Berturut-turut 171.181 unit ditempati HMSI (Honda)….47.240 unit Yamaha, 25.439 unit Suzuki, Mahindra paling buncit dengan raihan 17.949 unit….

    Nah udah jelas belum???

    Like

  3. Kayaknya kok bukan nasionalisme. Kalau Hero, krn tadinya ada Hondanya, makanya bisa nomor satu. Dan nggak mungkin dalam waktu singkat bisa langsung turun. Mereka lebih bangga kok pakai produk Jepang, cuma masalahnya terlalu lama inden. Lihat saja, HMSI sudah sangat dekat dgn TVS. Menurut banyak orang India, produk Jepang lebih enak dipakai dan lebih handal.

    Like

  4. Di Indonesia juga pernah seperti itu. Ada Kaze, Vega, Shogun yg lebih superior drpd Supra 97cc, tapi nyatanya yg menang Supra 97cc. Butuh waktu lama utk mengubah status quo. Masalah inden, jaringan dll pengaruhnya sangat besar dan tidak mungkin diatasi dalam waktu singkat.

    Like

  5. Makanya bagaimana kalau Astra pisah dari Honda. Kita sudah punya motor nasional lho, dgn omset terbesar. Tapi apa astra berani? Berapa lama bisa bertahan tetap nomor satu?

    Like

  6. @Joko
    Kalau Astra pisah dengan Honda, maka semua produk Honda harus ditinggalkan dan Astra harus buat motor model baru. Kita punya banyak sketsa-ers bagus, designer 3d yang hebat, engineer pasti ada. Namun untuk menyatukan semuanya bukan hal mudah dalam hal konsep. Namun ini tantangan yang patut dicoba bukan? Jika memang terbit suatu keinginan untuk membuat motor nasional dalam pikiran petinggi astra, sebaiknya memang join company dulu dgn Honda, sama dengan yang terjadi dengan Hero, Hero-Honda. Setelah ada nama dan kepercayaan masyarakat akan design yang ada, bolehlah ‘pisah ranjang’ dengan Honda.

    @IWB
    Rasanya pendapat “Immortalorochimaru” perlu ditindak lanjuti.

    Nasionalisme atau faktor design dan harga yang sesuai mas Iwan? Dalam hal ini saya rasa faktor design dan harga (terutama) menjadi faktor nomer 1. Dimana-mana. Bayangkan jika Ducati harganya 20 juta. Apa tidak semua orang akan berpaling ke motor berotot itu? Pernah saya komentari mengenai motif pengusaha motor bukan? Pastinya cari untung, dan bukan cari gengsi.

    Dan tentun penjualannya (Ducati) akan naik, dan tentunya juga jika barangnya ada dan tidak out-of-stock melulu seperti si bison atau pikson (pada masa awalnya).

    Disana memang tercantum penjualan begitu tinggi untuk Hero, namun alangkah baiknya juga direview motor tipe apa yang membuatnya menjadi nomer 1 dan harga berapa yang laku lalu dicompare pesaingnya menawarkan motor dengan design apa lalu harganya berapa sehingga faktor keunggulan si Hero bisa diketahui dari segi apa. Susah? Memang, namun begitulah, untuk mencapai survei yang akurat harus ada beberapa pembanding, tidak hanya 1 saja secara keseluruhan.

    NASIONALISME? Rasanya masih terlalu dini untuk men-cap seperti itu hanya ditunjang oleh data-data penjualan keseluruhan saja.

    Like

  7. Hmmm…
    setau ane hmsi dan yamaha india baru masuk india pd awal tahun 2000-an.

    jd butuh waktu untuk merubah mindset… dan mengalahkan efek first mover.

    contoh yg gampang aja mio…, meski secara produk udah ketinggalan jaman tp bisa bertahun2 jd juara.

    tp apa yg terjadi sekarang.., mio akhirnya ndlosor…!!

    Like

  8. Faktanya, perusahaan otomotif India bisa BIKIN motor, bisa jual motor dan laku (minimal di negerinya). Lhaaa atpm Indonesia? 40 tahun bisanya cuma MERAKIT motor. Padahal kandungan lokalnya sudah 90 persenan! Tanya kenapa?

    Like

  9. banyak fanatik motor di sini ga trima motor kebanggan mereka kalah. biasa lah mas iwan tipikal jago kandang dan suka adu domba tp dg merk negara lain yg dibanggain. makanya disini susah bs kaya di india yg bangga produk sendiri. no offense ya cm realitas.

    Like

  10. @ masmo
    Saya cuma gatel baca kalimat di ahir artikel@ sebuah rasa nasionalisme yg patut diacungi jempol.. Kalo ukurannya cuma itu orang inggris sangat gak nasionalis dong.. MS Triumph disana cuma no 6.

    Saya gak yakin pengguna motorAHM karena nasionalis.

    Like

  11. edan bisa lebih dari 500ribu/bulan. Ahm kalah dong.. Lho mas iwan ahm yg penjualanya cuma 400ribuan aja bisa masuk muri dan dunia lha ini kox g za?

    Like

  12. Ane rasa bukan cuma karena nasinalisme, kita tau pabrikan motor terbesar hero dan bajaj bukan murni produk india, tp produk india-jepang.

    yg murni india adalah tvs dan mahindra.

    tp kenyataannya kedua pabrikan itu gak begitu bagus rapornya.

    Like

  13. Orang india membeli motor sampah dg harga operpress.. I DONT THINK SO…(harga motor india disono gak jomplang dg harga mopang spt di INA, bahkan beberapa lebih mahal.. Liat di maxabout)….

    Like

  14. Hehehehehe, baru kali ini baca diskusi komentar yang bener bener mantap.

    Gue pikir, desain dan harga dan brand emang berperan penting, tapi tetap saja ga bisa meminimalisir nasionalisme.
    Di Indonesia juga gitu kok.
    Pas regulasi monopoli pertamina dihapuskan, ada SPBU asing dari Shell dan Petronas dan Total. Kita ngomongnya di daerah Jakarta aja dan khusus pengguna RON 92 dan 95.
    Hasilnya tetap banyak kok yang pakai Pertamax dan Pertamax Plus-nya pertamina ketimbang pindah ke Super atau Super Extra-nya Shell. Apalagi yang Petronas dan Total… sepiiii….
    Dalam kasus pertamina, kayaknya nasionalisme lebih berperan karena seringkali harga pertamina lebih tinggi dari shell.

    Like

  15. @tyonugra: ane setuju ma pendapat ente, bukan cuma nasionalisme tapi memang motor buatan mereka bekualitas buktinya di Indonesia Bajaj banyak peminatnya, selama ini orang belum banyak beli produk india karena kawatir denga S3 nya tp klo didalam negeri india sendiri sudah pasti S3 nya terjamin. ane yakin seandainya Indonesia memiliki produk dalam negeri kemungkinan besar bisa menggusur produk jepang karena secara desain lebih cepet menyesuaikan dengan mindset dalam negeri.

    Like

  16. YANG JELAZ ORANG INDONESIA KALAH SAMA ORANG INDIA,ORANG INDONESIA BISANYA HANYA MENYEMBAH PABRIKAN JEPUN,WALAUPUN OPERPRESS N OBLAK TETEP AJA DISEMBAH2,GILIRAN ADA PRODUK NASIONAL PADA GAK MAU BELI,CONTOH KANZEN,PADA GAK MAU BELI,TANYA KENAPA???

    Like

  17. tidak bisa dipungkiri, bahwa negara dan rakyat India lebih bisa menggunakan akal fikiran mereka ketimbang kita Indonesia yang selalu menikmati indahnya hidup dalam naungan kolonialisme, mudah diprovokasi dan pandai mencari wedus ireng. 😀

    ada yang gak sependapat?
    silahkan berdiri didepan cermin 😀

    Like

  18. wah kayaknya orang India bener2 fanatik merk pada merk sendiri neh

    bagus lhaa,kan yg dbanggain produk sendiri

    kalo d Indonesia,yang dbanggain produk negara lain.hadeehh

    Like

  19. Rasanya susah terjadi di Indonesia mengingat mental pedagang pemilik modal susah berubah menjadi mental pengusaha….intinya kalo bisa untung banyak dgn merek yg ada ngapain bikin merek baru….

    Like

  20. ayo indonesia bisa!!!!
    andai pemerintah ikut turun tangan untuk awal2 perintisan kembali monas (motor nasional).. gunakan SDM2 berkualitas anak negeri, berapa ribu lulusan teknik mesin, desain, dll di indonesia??pasti ada yang bener2 berbakat n berkualitas….
    andai diseriusi….saya bakal antri untuk beli motor nasional indonesia!!!
    AMIIIIIINN doa untuk indonesia

    Like

  21. mungkin bukan karena nasionalisme, buktinya dulu pas masih dengan honda juga paling laku.. (mungkin) lebih tepat jika dikatakan orang india suka pada status quo.. dulu hero honda, sekarang cuma hero, gak papa lah..

    Like

  22. setahu ane, yang dijual cuma kepemilikan saham Honda Corp di Hero, tapi Hero masih punya hak untuk make design dan technical advisory dari honda corp untuk beberapa waktu ke depan..HMSI kalah ya wajar, soalnya doi kan kebanyakan maen di Scooter dan ga banyak motor batangannya CMIW

    Like

  23. @ 11. retaildesigns
    Coba dilihat di situsnya Hero, semua motornya masih hasil kerjasama dgn Honda. Lihat saja mesinnya. Jelas, Astra bisa melihat kalau nasionalisme itu nggak bisa diandalkan, makanya nggak berani cerai dgn Honda. Kalau di India? Saat ini masih faktor status quo, motor yg masih sama dgn jaman Hero Honda. Tapi berapa lama bisa bertahan? Setelah 5-10th baru terbukti faktor yg sebenarnya kenapa Hero masih nomor satu.

    Like

  24. Jika masih suka mopang dari pada kanzen jn bicara nasinalisme kalau hanya sebatas retorika. Semua orang juga tahu bahkan anak TK pun tau Nasionalisme itu penting. Masalahnya apakah anda yang berbicara nasionalisme sudah memiliki motor kanzen? kalau sudah jempol keatas buat anda tapi kalau masih mopang bulshit dengan perkataan nasinalisme. Kalau nasionalisme diartikan sempit di semua negara ngak akan ada impor yg juga berarti ngak ada akan ada eksport. kalu itu terjadi apa ngak sama dengan jaman pra sejarah.

    Like

  25. nasionalisme bercampur ekonomi, kebutuhan, dll. mau karena nasionalisme atau yg lainnya, intinya pabrikan india sukses di negaranya sendiri, itu berarti arah industri nya bener..

    Like

  26. Mahindra jg motor india, tp posisi paling buncit.
    tvs makin lama makin ditempel hmsi perkiraan ane akhir tahun 2012 HMSi dah nomor 2. dlm setahun bangun 2 plant. indent denger-denger samapai settahun.
    akhir kerjasama Hero dan Honda di tahun 2014, sampai saat ini HMSi selalu konsultasi dengan hero setiap ngeluarin produk biar ga bentrok-bentrok banget, oleh krn itu HMSi banyak ngluarin scooter. dan ada agreement kl HMSI jg harus ngeset harga diatas hero honda.

    film-film bollywood kebanyakan pake mobil eropa ga pake tata nano, sharukh khan pake baju polo, paling ceweknya aja yg pake sari.

    Indomie (indofood) dan mie sedap (wings food) adalah produk indonesia, bahkan dah diekspor kemana-mana, sampai saat ini menguasai lebih dari 95% pasar heinz ABC (mie abc) yg notabene produk luar ga ada apa-apanya. demikian jg bca dan mandiri jauh di atas HSBC atau niaga, ane liat nasionalisme indonesia jg ga parah-parah banget bahkan dicontoh produk di atas masih absolut..

    Like

  27. 19. saynotofb – November 13, 2011
    edan bisa lebih dari 500ribu/bulan. Ahm kalah dong.. Lho mas iwan ahm yg penjualanya cuma 400ribuan aja bisa masuk muri dan dunia lha ini kox g za?
    —————————————————————————————
    Aduh mas ini, memang ga tau apa klo jumlah penduduk India itu 4 kali lebih banyak (mungkin lebih) dari penduduk Indonesia

    Like

  28. Menurut ane seeh, bukan hanya nasionalisme, tp bagaimana menghargai produk yg dibuat oleh bangsa mereka sendiri…lagian meskipun sudah cerai hero mongtor diperbolehkan menggunakan teknologi berbasis honda hinnga akhir 2013 atau awal 2014…lagian secara model hero juga bagus bagus kok modelnya,…lagian yo terimo wae lah klo tuh mongtor yg dibangga banggain cuman berada dibawah trio hindustan mongtor corp…sabar yah sabaarrr…hahayyyy

    Like

  29. kanzen cmn jadi barang barteran dikantor gw…( pernah posting di FB)……padhal sampe hari ini masih layak pakai…dan lumayan nyaman……gak kalah ama produk jepang….

    Like

  30. siapa bilang kanzen Produk indonesia.. bullshit.. buktinya komponennya 50% lebih msh impor dr korea selatan.. padahal yg merk jepun aja malah 90% ngambil dr komponen lokal… Plg parah bajaj.. indonesia cuman jd tempat jualan doang…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s