Part II : Sekelumit cerita Rossi tentang perjuangannya membangun Yamaha M1….

Tahun 2004...Collin Edward menjadi tandem Rossi

Secara simultan duet Yamaha Rossi bahu membahu membuat M-1 makin sempurna…input masuk dan para teknisi bekerja. Selain upgrade performa The Doctor menunjukkan pentingnya strategi dalam meraih kemenangan….

Ketika kembali kePhillip Island pada bulan Maret aku akhirnya dapat beradaptasi dengan mesin versi baru yang dikirim dari Jepang. Dorongannya tetap menimbulkan pembakaran yang tidak teratur, namun jauh lebih bertenaga. Para teknisi telah menepati janji mereka. M1 telah berkembang pesat : aku dapat mengendarainya dengan baik. Sewaktu aku menjalani simulasi balapan dan kami membandingkan dengan data yang ada, semua orang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Aku menyelesaikan balapan dengan enam belas detik lebih cepat dari yang dicatat Gibernau dan Edwards sebelumnya. Tidak hanya itu, aku mencatat waktu 1m30″28 mengitari lap terakhir. Kami sangat senang karena disitulah untuk pertama kami sadar kalau kami berpotensi mencapai hasil yang sangat memuaskan. Jadi uji coba itu tidak hanya membuat kami tenang, tapi juga membuat kami menatap masa depan dengan lebih cerah. Tapi aku sadar bahwa kami tidak boleh terlena….

” Teman-teman, tenang saja” ujarku. “Tunggu saja. Jangan bilang kepada siapapun. Jangan katakan tentang apa sudah terjadi hari ini, jangan juga katakan kalau kita sudah pulang. Lebih penting lagi jangan katakan kepada lainnya soal catatan waktu kami. Kita dramatisasi saja agar mereka mengira kami tampil lebih jelek dari kondisi sebenarnya..”. Tujuanku adalah sambil menyelam minum air. AKu tidak ingin racing departmentku terlena karena hasil baik yang kami capai. ” Apa maksudmu??..” seseorang bertanya. ” Kami sudah mengerjakan dengan baik. Tapi mengapa kami tidak boleh menceritakan kepada orang-orang hasil kerja kami? apa bedanya??..mereka bertanya penuh kebingungan. Yamaha adalah tim yang menyenangkan. Maksudku, tim itu terdiri atas orang-orang baik, bahkan mungkin terlalu baik. Mereka selalu tersenyum. Mereka tidak terlihat memiliki sifat kasar, mereka juga tidak memiliki kemampuan untuk menggertak-sikap yang sering dianggap syarat untuk mencapai sukses. Pada titik ini tim Yamaha selalu terbuka dan mempercayai pihak lain. Ini berlaku untuk mereka semua kecuali Brivio (Manajer tim Yamaha) yang segera paham apa yang sedang coba aku lakukan…..

“Akan besar bedanya kalau yang lain tahu situasi kita!” aku berkeras. ” jangan ada yang mengatakan hal ini kepada siapapun atau kita akan menanggung sendiri akibatnya!”. Mereka masih terlihat bingung, jadi harus kujelaskan. ” Begini, kalau kita bilang kesemua orang betapa bagusnya hasil yang kita capai sekarang, yang lain juga akan berupaya keras, terutama Honda, ” ujarku. ” Dan kita disini bukan untuk mendorong Honda agar berupaya seperti itu-kan? mereka-kan tidak perlu diberi motivasi itu?”. Perlahan mereka mulai mengerti. Karena aku tahu kalau Honda adalah tim yang sangat percaya diri, malah mungkin terlalu percaya diri. Dan itu bagus buat kami. Kami ingin mereka terlalu percaya diri dan yakin kalau mereka sudah jauh didepan kami. Mereka semua yakin kalau kami tidak akan memperoleh prestasi. Aku yakin betapa besar keinginan mereka untuk mendominasi kejuaraan dunia. Dan pada bulan Maret, keyakinan mereka kalau pulang dengan status juara dunia jadi lebih jelas lagi. Karena itulah kami harus tetap low profile: kami ingin mereka terus yakin kalau ini akan jadi sangat mudah….

Strategi yang diterapkan Rossi ternyata membuahkan hasil. Kekuatan sesungguhnya tim Yamaha disembunyikan dengan brilian. Hasilnya cukup ampuh. Pada balap pertama diWelkom Afrika, Honda dibikin terperangah. Biaggi yang kala itu nyemplak Camel Honda RCV211v dipepet ketat oleh Rossi. Hingga menjelang dua lap terakhir…Yamaha M-1 mampu menyalip Honda sampai menjelang finish. Sejarah terukir. Setelah dominasi motor Honda nyaris terkalahkan…berkat Valentino Rossi masa itu telah berakhir.  Sejak itu tidak mudah bagi pembalap Honda untuk meraih podium tertinggi era 990cc. Disana ada Rossi -M1 disitu pula pasukan HRC selalu kerepotan menghadapinya….(iwb)

Advertisements

34 thoughts on “Part II : Sekelumit cerita Rossi tentang perjuangannya membangun Yamaha M1….

  1. yahhh kita lihat skrg gmn kelimpungan ny tim yamaha di motoGP…seperti ane blg smua ad karma ny…pdhl dlm crita rossi tim itu trdiri dr orang-orang baik…bahkan mungkin trlalu baik…sedih terharu…

    Like

  2. Saya rasa gk ada istilah berhutang budi,ini adalah hubungan yang saling menguntungkan,yamaha membayar rossi untuk membangun m1,mungkin kalo gratisan baru dibilang hutang budi….

    Like

  3. Namanya juga hidup, ada awal ada akhir…Yamaha tampaknya sadar akan itu, Rossi juga. So, ga ada yang perlu disesali tentang kondisi Yamaha skrg, dengan atau tanpa Rossi, Yamaha sudah berjalan sejauh ini. Selanjutnya adalah terserah mereka mau kemana arah perkembangannya. *sotoy

    Like

  4. dia nyembunyikan kemampuan m1 16 detik lebih cepat dia bilang lambat adakah korelasi dengan dia mengatakan gp 12 lambat di mugello kemarin lalu ? hahaha cuma kang rossi yg dan kroco-kroconya yg tau 😀

    Like

  5. utk urusan skill,mgkin lorenzo n rossi hmpir sama…tp yg mmbedakan,lorenzo bknlah pembalap yg ngerti akan mesin..yg dia tau,bawa motor sekencang2 nya…tanpa bisa menganalisa problem dimotor nya….jd setiap perkembangan mesin,tdk ada konstribusi lorenzo,,hny mengandalkan mekanik yamaha..klo kejadian M1 thn 2003 gmn yaaa,,,,,,,,,mgkin pake ‘screamer’ trus tuh…..

    Like

  6. sangat tepat rossi meninggalkan yamaha, karena orang2 yamaha terlihat sudah tidak baik dan terlalu sombong, apalagi setelah masuknya lorenze yg terkenal sombongnya itu!
    tetaplah jadi seorang yg low profile the doctor!
    jadi nomer satu ataupun sepuluh sekalipun tidak akan berpengaruh buatmu!
    dan bersiaplah yamaha untuk menikmati karma kalian! 🙂

    Like

  7. Menjadi yang terbaik tidak perlu Bersuara.
    Biarlah orang lain yang menilai.

    Salah satu alasan saya memilih motor yamaha, adalah saat itu rossi memperkuat yamaha. Skrang saya tetep mensupport rossi di ducati meski motorku tetap yamaha.

    MAJU TERUS The Doctor.

    Like

  8. mas iwan request yah…kalo bisa selalu ada part part laen…kalo di warung rondo ada cerita jawa…kalo disni rossi,……ditunggu kelanjutannya yah……

    Like

  9. sangat d sayangkan…
    Rossi berpisah dari ymh,sekarang tinggal pembuktian dari lorenzo..
    seperti yg JL bilang,klu ymh butuh rossi..
    Ducati juga butuh CS…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s