Hhhmmm…diasil silinder & forged piston emang beda!!!….

Ketika menghadiri ” Yamaha Coaching Clinic tentang FI” Jum’at kemarin ada satu yang menarik perhatian. Yaitu…dihadirkannya dua part yang sudah tidak asing bagi para biker yakni piston dan silinder. Hanya saja dua komponen terlihat berbeda….satunya dibuat dengan sistem tempa dan satunya masih konvensional. Hhhmm….bikin penasaran nih!!

IWB segera mengamati dengan seksama. Dalam balutan cover kaca serta sinar halogen kecil, sisi sebelah kiri yakni piston dan silinder konvensional mempunyai permukaan kasar dengan kontur yang gradagan. Sedang sebelah kanan yang diklaim pembuatan dengan sistem tempa (forged piston)  dan diasil silinder terlihat halus serta mempunyai permukaan nyaris minim lubang mikro. Memang ada perbedaan mendasar terhadap proses pembuatan sistem tempa dibanding konvensional….

Sebagai gambaran…jika sistem konvensional bahan dipanaskan hingga mencair kemudian dituangkan kedalam cetakan dan pengerasan didiamkan secara alami. Kelemahan pembuatan sistem ini kadangkala masih ada gelembung udara yang terperangkap ketika proses pendinginan. Sedang sistem tempa (forged), bahan dipanaskan hingga kenyal kemudian ditumbuk/ditempa berulang-ulang. Setelah mendapatkan kepadatan yang diinginkan, barulah dipotong dengan alat khusus berdasarkan konstruksi yang diinginkan. Hhmmm…ini toh yang menjadi nilai lebih mesin Yamaha. Makanya pabrikan berani memberikan garansi hingga 5 tahun…(iwb)

48 thoughts on “Hhhmmm…diasil silinder & forged piston emang beda!!!….

  1. satu hal yang saya sangat suka dari yamaha, ya tentang forged piston + diasil cylinder ini nih om. Sayangnya, knp ga diaplikasikan ke semua motornya ya. 🙂

    Like

  2. @ aamsoer
    Soalnya piston ama silinder jenis emang lebih mahal mzbro. Perlu itungan ulang klo diaplikasi kesemua mtr
    @ smoothy
    Bagi yg suka ngoprek emang bikin males hehehe…. Perlu itungan ulang klo diaplikasi kesemua mtr
    @ smoothy
    Bagi yg suka ngoprek emang bikin males hehehe…

    Like

  3. Sebenarnya ada yg lebih penting dari proses (forged/casting), yakni finishing. Justru casting memungkinkan pembuatan piston dgn bentuk yg lebih rumit. Finishing piston forged lebih sulit dan mahal. Makanya, utk produk masal, masih lebih banyak pakai proses casting. Lebih efisien.

    Like

  4. masak cuma di tuang?
    blok mesin samping yg tidak kena panas secara langsung aja di inject/tempa dgn kekuatan tekanan nitrogen hampir 150kgm.
    tolong di jelaskan?

    Like

  5. Yah walaupun udah gembar gembor kalo diasil itu awet toh nyatanya gak ngaruh di penjualan.ini uniknya konsumen ina.

    Like

  6. @Mas Iwan
    Mo tanya nih:
    Perbedaannya diantara keduanya apa lagi selain di umur pakai?
    Tipe motor apa aja yang udah aplikasi forged piston & diasil silinder?
    Klo itu disebut2 sbg teknologi juara, apa M1 juga aplikasi forged piston & diasil silinder?

    Like

  7. piston tempa cost-nya lebih mahal, pelapisan diasil silinder biar lebih licin…(tapi kalo di bore up ilang) Produk yamaha yg pake fitur tsb hanya vixion, MX, dan xeon… Lainnya masih konfensional… (gak tau tuh lexam pake apa gak)

    Like

  8. sama seperti SCEM milik suzuki, pantas saja axelo berani uji ketahanan 100 jam nonstop tanpa mengganti oli mesin (padahal sudah lebih dari 6000km, dan top speed yang dicapai mencapai 120km/j versi speedometer)..

    Tapi sayang, imej shogun sudah digantikan…

    Like

  9. Sistem tempa jelas lebih unggul, sebagaimana dijelaskan diatas, itulah kelebihan samurai hasil tempaan para begawan pedang, dgn system tempa logam jadi lebih padat, keras, tetapi justru lebih ringan, teknologi tempa pula yg diadopsi oleh pabrikan velg bermutu tinggi yang dipakai oleh mobil2 sport macam ferrari, bugati, audi R8 dll..
    dalam golf juga club (kepala/pentolan stik golf) yang forged/tempa menghasilkan pukulan lebih solid ke bola..
    nitip ya om

    http://boerhunt.wordpress.com/2011/07/25/jangan-bebankan-profit-pada-kai-kembalikan-fungsinya-sbg-angkutan-massal/

    Like

  10. MasBro..
    Kalo sudah waktunya oversize gmana tuh…
    Maksudnya setelah 5 tahun kn pasti menjadi aus..
    Apakah harus diganti beserta bloknya…?????
    Atau bisa ditanam silinder blok…?????

    Like

  11. Klo soal performa Ane rasa nggak beda jauh lah ma yg konvesional, JupMX dibanding Supra125 sedikit lbh kencang MX . Pernah coba uber2 ran ma Suzuki TS125 lawas, tarikan awalnya sih MX nempel ketat tapi masuk gigi 3&4 ketemu track nanjak (pikir Ane 2tak kalah klo ketemu tanjakan) wah ternyata dgn entengnya Ane ditinggal jauh 😦 . Tapi dgn adanya Diasil cyl & Forged Piston suara mesinya menjadi lebih halus 😀

    Like

  12. kerugian diasil silinder atau silinder tempa yaitu tdk bisa oversize,,,harus ganti satu blok silinder utuh,,,,

    hmmm,,,,,harga blok silinder berapa yak ? muahalll,,

    keuntungan,,,mesin lebih cepat dingin,

    klo konvensional,,,tinggal ganti linier aja sudah cukup

    Like

  13. Jupiter Z generasi pertama ane (tahun 2003) juga udah forged piston kok, jadi bukan teknologi baru sebetulnya buat yamaha. yang bikin heran kok dalam rentang waktu sejak saat itu sampe sekarang ga ada inovasi baru lagi dari ymki buat product entry levelnya yah? (injeksi ga termasuk inovasi soalnya supra injeksi rilis duluan :p)
    padahal dulu yang bikin ane cinta banget ama nih merk, makanya dari motor pertama, force 1, sampe motor terakhir ane vixy, ane pilih ya karena selalu lebih wah dari motor lain dikelasnya dan dijamannya.

    Like

  14. Klo nggak bisa di oversize berarti klo dipake untuk jangka panjang bakal gede biaya perawatannya….mikir dua kali nih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s